Anton Sukartono Suratto minta pemerintah untuk mengambil sikap agar tidak menunda lagi pengembalian pesawat 737 Max 8 kepada pihak Boeing.

Anton Desak Pemerintah Kembalikan 737 Max 8 kepada Pihak Boeing.

Jakarta, Koranpelita.com

Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat yang membidangi masalah perhubungan Anton Sukartono Suratto, mendesak pemerintah Indonesia agar boeing “recall” pesawat 737 max 8.

Demikian disampaikannya melalui siaran pers Kamis (14/3/2019) di Jakarta.

Apalagi lanjut dia, produsen pesawat AS, Boeing sudah melarang terbang seluruh armada pesawat 737 Max setelah penyelidik FAA menemukan bukti baru di lokasi jatuhnya Ethiopian Airlines serta data satelit.

Pelarangan itu terkait kecelakaan fatal boeing 737 max 8 selama lima bulan terakhir yaitu Lion Air di Indonesia pada Oktober silam yang menewaskan 189 orang, dan minggu kemarin di Addis Ababa, Ethiopia, yang menewaskan 157 penumpang.

“Dengan adanya pernyataan larangan terbang itu, saya rasa pemerintah melalui Kemenhub harus sudah mengambil sikap tegas untuk mengembalikan pesawat 737 max 8 kepada pihak boeing,”

“Ini sudah sangat mengkhawatirkan dan meresahkan dari segi keamanan dan kenyamanan pengguna jasa penerbangan. Ini menyangkut nyawa manusia, jangan ditunda lagi,” ujarnya.

Anton juga khawatir jika pengembalian pesawat 737 Max 8 itu terus ditunda, maka akan merugikan bisnis penerbangan indonesia, termasuk masyarakat yang selama ini mengandalkan pesawat sebagai salah satu transportasi jarak jauh, kata dia.

“Segera ganti 737 max 8 dengan seri pesawat yang lebih aman, nyaman dan layak terbang agar roda bisnis penerbangan di indonesia bisa terus berjalan. Jangan sampai pilot-pilot kita menganggur karena hal seperti ini, segera recall,” pungkas Anton. (kh)

About dwidjo -

Check Also

Survei Menilai Dampak Covid-19 Perempuan Pikul Beban Lebih Berat

Jakarta, Koranpelita.com Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia tidak hanya berdampak sektor kesehatan tapi juga sosio-ekonomi, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *