KORBAN FITNAH - Usai debat Capres di Jakarta, Sabtu (30/3/2019) malam, Ketua DPR Bambang Soesatyo minta semua pihak untuk meyetop kampanye hitam, karena kedua Calon Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto sudah menjadi korban fitnah. Prabowo difitnah membela Khilafah dan Joko Widodo dicilang PKI. Ist

Ketua DPR: Harus ada Operasi Ofensif Tumpas KKB di Nduga

Jakarta, Koranpelita.com

Ketua DPR Bambang Soesatyo berbelasungkawa atas meninggalnya tiga prajurit TNI dalam kontak senjata dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Nduga, Papua, Kamis (7/3).

Untuk menjaga moral seluruh prajurit yang bertugas di Nduga, Ketua DPR mendorong pemerintah dan TNI mengeskalasi kekuatan atau penambahan pasukan di Nduga.

Demikian diungkapkan Bambang Soesatyo di Jakarta, Kamis (7/3) malam terkait adanya kontak senjata antara TNI dan KKB yang menewaskan sejumlah prajurit TNI dan warga sipil.

Dikatakannya, dengan kekuatan yang lebih memadai, politisi Partai Golkar itu juga mendorong dilakukannya eskalasi operasi dan memberikan respons yang lebih tegas dan terukur.

“Operasi yang lebih ofensif tampaknya sangat diperlukan untuk menumpas gerakan KKB di Nduga dan sekitarnya,” papar Ketua Bela Negara F-KPPI itu.

Menurut dia, dari kronologi peristiwa kontak senjata itu, terkesan bahwa kekuatan KKB tidak bisa danggap remeh. KKB masih mampu memberi perlawanan dan mengganggu proses evakuasi ketika helikopter yang akan mengangkut prajurit TNI yang gugur masih ditembaki KKB.

Selain itu, kemampuan KKB membawa lari jenazah rekan mereka yang tewas, juga membuktikan kekuatan KKB. Mereka memiliki markas dan tempat-tempat persembunyian di Nduga. Operasi yang lebih ofensif diperlukan untuk menjangkau dan menemukan tempat-tempat persembuyian KKB.

Selain memperkuat moral prajurit TNI, operasi yang lebih ofensif secara tidak langsung akan meningkatkan aspek pengamanan proses pembangunan infrastruktur di Nduga. Pembangunan di Papua hendaknya tidak boleh dihambat oleh gerakan KKB.

Ketua DPR juga berharap keluarga dari tiga prajurit yang tewas di Nduga tabah menghadapi musibah ini. Selain penghormatan kepada ketiga prajurit yang tewas, negara melalui TNI hendaknya memberi penghargaan dan apresiasi kepada keluarga yang ditinggalkan. (kh)

About dwidjo -

Check Also

Komnas HAM Agar  Selidiki Dugaan Pelanggaran Penangkapan Aktivis KAMI

Jakarta,  Koranpelita.com Tim Advokasi KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) mendesak Komisi Nasional Hak Azasi Manusia …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *