CERAMAH KESEHATAN-Lanud Soewondo menggelar ceramah kesehatan mengenai Demam Berdarah Dengue (DBD).penlanud swo

Ceramah Penanggulangan DBD di Lanud Soewondo

Dalam rangka Penanggulangan dan Pencegahan terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD), Lanud Soewondo melaksanakan ceramah kesehatan di aula Silindung yang diikuti oleh seluruh personel Lanud Soewondo. Rabu (6/3).

Medan, Koranpelita.com-Komandan Pangkalan TNI AU Soewondo Kolonel Pnb  Dirk Poltje Lengkey menyampaikan bahwa, ceramah tersebut sangat penting dilaksanakan dengan tujuan untuk menambah pemahaman dan pengetahuan tentang penyakit DBD, serta bagaimana upaya kita untuk dapat terhindar dari penyakit tersebut serta penanggulangannya.

Danlanud menjelaskan, bahwa Demam Berdarah Dengue atau DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti. Gejala demam berdarah dimulai sekitar empat sampai sepuluh hari setelah seseorang mendapat gigitan dari nyamuk, pada anak-anak yang sebelumnya tidak pernah terinfeksi, gejala demam berdarah yang dialami cenderung lebih parah dibanding dengan orang dewasa.

“Untuk itu, kita dan keluarga perlu mengetahui perbedaan gejala demam berdarah yang muncul dengan  gejala penyakit lain, sehingga tidak mengabaikannya, karena demam berdarah merupakan salah satu penyakit yang dapat berakibat fatal pada kematian jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat,” ujarnya.

Sementara itu, Karumkit dr. Abdul Malik Lanud Soewondo  Mayor Kes dr Whiko Irwan Destanto, Sp.B menyampaikan bahwa melihat fase berkembang biaknya, nyamuk Aedes Aegypti bertelur dan berkembang biak di tempat penampungan air bersih, maka pencegahan dapat dilakukan dengan cara 3 M, yaitu Menguras dan menaburkan abate ke bak mandi, Menutup tempat penampungan air, dan Mengubur benda-benda yang dapat menampung air. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan pencegahan biologi yakni dengan memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, dan pencegahan kimia yaitu dengan pemberian abatisasi pada penampungan air yang sulit dikuras, dan dengan pengasapan atau fogging.

Penanganan pertama pada penderita yang dicurigai DBD yaitu memberikan minum yang banyak kira-kira 2 liter sehari. Selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapat perawatan apabila demam terlalu tuinggi, muntah terus menerus, tidak mau minum, kejang, pendarahan hebat, muntah atau berak darah, nyeri pada perut, timbul gejala syok, gelisah atau tidak sadarkan diri, nafas cepat, bibir dan kuku kebiruan, kencing berkurang atau tidak ada sama sekali.(ay)

 

About dwidjo -

Check Also

Danrem dan Ketua Persit KCK Koorcab Rem 102 PD XII/Tpr Tanam Pohon

Sampit, Koran Pelita.com Komandan Korem 102 Panju Panjung, Brigjen TNI Purwo Sudaryanto bersama Ketua Ketua …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *