Kopi Sumut ke Manca Negara

Kopi Asal Sumut dan 147 jenis produk pertaian unggulan mulai ke Manca Negara

Berastagi, Koranpelita.com

Dari 147 jenis produk pertanian unggulan ekspor asal Sumatera Utara, biji kopi jadi salah satu komoditas unggulan ekspor yang diminati manca negara.

” Alhamdulilah, dengan layanan inline inspection dari Karantina Medan ekspor komoditas asal Sumut dapat kita percepat,” kata Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil saat menyerahkan PC kepada eksportir biji kopi di Karo, Kamis (28/2).

Biji kopi sebanyak 788.845 ton dengan nilai setara dengan 70,215 miliar rupiah ini sesuai dengan persyaratan negara tujuan ekspor telah melalui pemeriksaan karantina pertanian. Surat Kesehatan Tumbuhan atau Phytosaniaty Certificate (PC) diterbitkan setelah melalui rangkaian tindakan karantina yang diperlukan sebelum komoditas dilalulintaskan.

Di era perdagangan bebas, dimana tidak ada lagi kebijakan bea masuk atau non-tariff barrier maka kebijakan dan persyaratan Sanitary and Phytosanitary (SPS) menjadi tools perdagangan yang strategis. “Karantina sebagai unit kerja di Kementan yang memegang peran otoritas strategis ini akan terus memperkuat sistem agar produk pertanian kita terus melaju di pasar global,” terang Jamil.

Selain kopi lanjut Jamil, pelepasan ekspor melalui pelabuhan Belawan ini juga bersamaan dengan 19 produk lainnya dengan total nilai 272,166 miliar rupiah.

Kepala Karantina Belawan, Bambang Haryanto memberikan rincian data produk yang telah disertifikasi oleh pihaknya masing-masing sebagai berikut ; sayuran kubis 50.2 ton senilai 125 juta; kayu manis 125,5 ton senilai 4,076 M; pinang biji 1.485 ton senilai 22,275 M; karet lempengan 1577.88 ton senilai 29,976 M; Karet Lembaran 469.08 ton sebesar 1,312 ton; nipah 151,533 ton senilai 1,057 M; lidi 26,8 ton senilai 99 juta; getah pinus 79,893 ton senilai 766 juta; gambir 27 ton senilai 945 juta; minyak sawit 13620.59 ton senilai 122,572; kelapa parut 45.75 ton senilai 2,057 M; kayu oak putih 255,8326 m3 senilai 1,245 M; kayu karet 1684,10m3 senilai 9,428M; ekaliptus sawn timber sebesar 19,7627 m3 senilai 124 juta; Teh 24.8 Ton senilai 62 juta; kayu olahan 465,13 m3 senilai 1,991 miliar rupiah; Silver Prills/ Palmitic Acid 194,1 ton senilai 1,853 miliar rupiah, Beef Produk 9,103 ton senilai 773 miliar rupiah.

“Penerapan inline inspection insyaAllah dapat menjadi solusi untuk kembali meningkatkan ragam dan volume ekspor produk pertanian asal Sumatera Utara,” ujar Jamil. (Vin)

About dwidjo -

Check Also

Perkuat Kapasitas Kelompok Perempuan Pelaku Koperasi

Cikarang, Koranpelita.com Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menuturkan koperasi memiliki peran …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *