Jutaan Tenaga Ahli Belum Bersertifikat

Jutaan Tenaga Ahli  Indonesia belum memiliki sertifikat untuk menjaga kompetisi.

Jakarta, KP

UntukUntuk me mutu konstruksi, setiap tenaga kerja wajib memiliki kompetensi dengan dibuktikan melalui sertifikasi. Hingga saat baru ads 7,42 % dari 8,3 juta orang potensi tenaga kerja memiliki sertifikat keahlian.Atau baru 615 ribu pemuda.

“Peluang inilah yang perlu diisi oleh tenaga kerja dari institusi pendidikan yang sudah memiliki kemampuan pengetahuan dan perilaku, ” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono usai menyerahkan sertifikat keahlian kepada 279 orang mahasiswa di Pekalongan, Jateng, kemarin.

Mahasiswa ini telah lulus mengikuti pelatihan Tenaga Ahli Muda Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi, dan 100 orang yang telah mengikuti Bimbingan Teknis K3 melalui SIBIMA.

Mahasiwa yang menerima sertifikat sebagai Ahli Muda K3 Konstruksi terdiri dari 100 mahasiswa jurusan Teknik Sipil Universitas Pekalongan dan 179 mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Selain sertifikat keahlian tenaga K3, Menteri Basuki juga menyerahkan sertifikat keterampilan kepada 50 orang tenaga kerja yang mendukung program KOTAKU. Untuk jabatan kerja tukang batu, tukang kayu, tukang las dan tukang besi.

Menurut Menteri Basuki, era industri 4.0 merupakan era digitalisasi. Kondisi ini dibutuhkan persaingan inovasi dan keahlian. Untuk itu butuh penguatan pembinaan SDM di Perguruan Tinggi, Politeknik, Pesantren, dan SMK
Basuki menjelaskan sektor konstruksi sendiri merupakan sektor yang memiliki risiko tinggi terkait keselamatan dan kesehatan baik bagi para pekerja maupun masyarakat. “Kompetensi dan disiplin Sumber Daya Manusia (SDM) konstruksi menjadi salah satu faktor penting mengurangi tingkat kecelakaan konstruksi,” jelasnya.

Untuk itu pemerintah terus melakukan percepatan sertifikasi tenaga kerja konstruksi Indonesia. Pelibatan peran masyarakat jasa konstruksi terutama dari institusi pendidikan, diharapkan dapat menghasilkan tenaga kerja konstruksi yang kompeten, profesional dan mandiri.

Ditambahkannya hingga saat ini setidaknya 8,3 juta orang potensi tenaga kerja. Dari jumlah tersebut baru 7,42% bersertifikat.(oto)

About dwidjo -

Check Also

Perkuat Kapasitas Kelompok Perempuan Pelaku Koperasi

Cikarang, Koranpelita.com Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menuturkan koperasi memiliki peran …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *