Titiek Ajak Jemput Perubahan

Siti Hediati Haryadi yang akrab disapa Titiek Soeharto mengajak masyarakat untuk menjemput perubahan.

Jakarta, KP

Siti Hediati Haryadi menghadiri doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara di Taman Anggrek Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (12/2).

Putri Cendana karib disapa Titiek Soeharto itu merasa senang bisa bertemu dengan ibu-ibu majelis taklim dalam balutan doa bersama, untuk keselamatan bangsa dan negara Indonesia. 

Ia pun mengajak peserta majelis taklim untuk selalu memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT, atas rahmat-Nya, sehingga dapat berkumpul dalam keadaan sehat wal afiat.

“Salawat kita panjatkan untuk Nabi Besar Muhammad SAW, yang menuntun manusia menuju kebenaran dalam iman dan Islam,” kata Titiek Soeharto, dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, selain doa bersama dengan majelis ilmu, pertemuan ini merupakan pelepas rasa kangen.

“Pertemuaan ini mengembalikan ingatan saya pada saat kita menjadi Persit (Persatuan Istri Tentara) waktu itu. Pertemuan ini pelepas rasa kangen,” ucap Titiek Soeharto, disambut kegembiraan para jemaah yang merupakan mantan anggota Persit.

Menurut Titiek Soeharto, doa bersama bagi keselamatan bangsa dan negara merupakan tema yang tepat dan relevan, dalam situasi saat ini.

“Saya merasakan kekhawatiran melihat kondisi kebangsaan dan negara saat ini. Oleh karenanya, berdoa memohon pertolongan kepada Allah SWT adalah amanah yang tidak boleh lepas dari setiap insan,” tegasnya.

Menurut Titiek Soeharto, berdoa bersama dan dilanjutkan dengan kajian ilmu,insyallah akan menjadi tambahan amal ibadah. Berharap Allah SWT mengabulkan doa-doa ini bagi kesehatan bangsa dan negara Indonesia yang sangat dicintai

Pada kesempatan ini, ia juga mengingatkan, bahwa permasalahan politik saat ini tentu situasinya berbeda dengan keadaan 10 tahun atau 20 tahun yang lalu.

“Saat ini, menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden (Pilpres), tampaknya terjadi tanda benturan yang keras akibat perbedaan pilihan politik,” ujarnya.

Hal ini, jelas dia, terjadi di tingkat elit hingga ke masyarakat tingkat bawah. Bahkan, di lingkungan keluarga perpecahan itu terjadi. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan.

“Karenanya, kita memohon kepada Allah SWT, agar bangsa ini diselamatkan dan ditetapkan sebagai bangsa yang mampu melewati proses demokrasi yang adil, arif, bijaksana, rukun dan damai,” katanya.

Pada kesempatan ini, Titiek Soeharto juga berbagi pengalaman kepada para jemaah, terkait kunjungannya ke daerah-daerah.

“Saat saya berkunjung ke daerah-daerah di seluruh Indonesia, saya menerima begitu banyak masukan dari masyarakat,” ujarnya.

Masyarakat tingkat bawah, rata-rata mengeluhkan mengenai kesulitan perekonomian yang mereka hadapi, yang dipicu oleh harga bahan pokok yang naik. Mereka juga khawatir dengan suami dan anak-anaknya, sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Mereka juga merasa ketakutan dengan ancaman peredaran narkoba yang begitu marak di seluruh pelosok Tanah Air ini. (naz)

About dwidjo -

Check Also

Syahrul Yasin Limpo: UU CK Menata Ulang Kewenangan Daerah

Jakarta, Koranpelita.com Anggota Dewan Pakar Partai Nasdem Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa Undang-undang Cipta Kerja …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *