Pemkot Jaksel Minta Jajarannya Serius Tangani DBD

 

Jakarta, Koran Pelita

Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali meminta kepada seluruh jajaran di Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, untuk serius mencegah dan menangani kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). “ Kerahkan seluruh potensi yang kita miliki untuk serius menangani ini (DBD),” ujarnya saat memimpin apel rutin di halaman Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, kemarin
Marullah menegaskan, semua pasien DBD harus segera mendapatkan penanganan dengan cepat dan tidak ditunda sedikitpun. ” Tidak ada istilah rujukan dan lain sebagainya sehingga betul-betul serius dilakukan, katanya.

Menurut Marullah, keseriusan penanganan DBD ini harus ditunjukkan dengan turun ke lapangan terutama bagi jajaran Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan. ” Biasanya kita PSN 30 menit, saya merasa 30 menit oke di daerah tertentu, tetapi berganti ke tempat lain bagi teman-teman Sudin Kesehatan lakukan itu,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Marullah juga meminta agar dapat mensosialisasikan pola-pola penanganan sarang nyamuk demam berdarah kepada masyarakat. ” Masing-masing RT/RW untuk dapat memiliki imbauan (penanganan demam berdarah) itu,” tuturnya.

Kalau itu sudah, lanjutnya, tinggal diperbanyak saja dibantu seluruh warga masyarakat yang mengetahui cara-cara menangani cara-cara PSN dengan baik. “ Lakukan cara PSN dengan baik,” tuturnya.

Pihaknya, secara tegas mengimbau kepada lingkup staf yang ada di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan agar dapat membentuk self Jumantik selain Sudin Kesehatan Jakarta Selatan. ” Untuk mengantisipasi ini saya minta teman-teman membuat Self Jumantik. Jadi saya minta masing-masing tolong bikin Jumantik mandiri,” pungkasnya. (ruf/naz)

About dwidjo -

Check Also

LAMI Apresiasi Polri Penangangkapan Oknum Perwira Kasus Narkoba

JAKARTA, koranpelita.com – Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) mengapresiasi polisi atas penangkapan oknum anggota Polda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *