Home / Daerah / PT DBS-PT Mubadala di Jakarta Nego PI 10 % Migas Pulau Larilarian

PT DBS-PT Mubadala di Jakarta Nego PI 10 % Migas Pulau Larilarian

Banjarmasin, Koranpelita.com

Anak perusahan PT Bangun Banua yaitu, PT Dangsanak Banua Sabuku (DBS) kini tengah melakukan negosiasi proses pencapaian participating interest (PI) 10 persen penambangan minyak dan gas (migas) Pulau Larilarian bersama PT Mubadala Perl Oil di Jakarta.

Negosiasi tersebut untuk membuka data room dan membahas berapa bagian atau nilai yang harus dikucurkan untuk Kalimantan Selatan (Kalsel) maupun Sulawesi Barat (Subar) terhitung sejak PT Mubadala mulai menggarap tambang migas di lokasi antara Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Majene hingga kini.

” hari ini tim kita melalui PT DBS bersama Sulbar dan PT Mubadala di Jakarta sedang membuka data room untuk mencapai kesepakatan,” ujar Direktur Operasional PT Bangun Banua, Khairil Anwar, kepada wartawan usai rapat bersama Komisi II DPRD Kalsel, di Banjarmasin, Kamis (23/1/2020).

Menurut dia, tim yang juga disertai konsultan kini bersama-sama sedang membuka data room untuk merunut kembali sejak perusahan utama itu beroperasi, kemudian baru akan menyepakati hasil bagi Kalsel dan Sulbar.

Disinggung estimasi nilai yang bakal diperoleh? Khairil Saleh, belum bisa menyebutkan, karena harus menunggu hasil kesepakatan yang dicapai pada rapat tersebut.

“Jika sudah disepakati, maka paling cepat 2 atau 3 bulan kedepan sudah ada kepastian komitmen termasuk jumlah nilainya,” terangnya.

Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo mengatakan, pada intinya komisi membidangi ekonomi dan keuangan dewan, mendorong daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Terkait perkembangan proses PI, Imam mengaku memperoleh informasi masih ada ganjalan.

Ganjalan tersebut menyangkut besaran nilai yang sebelumnya akan di peroleh Kalsel sebesar ratusan miliar, tapi kini turun hanya puluhan miliar rupiah saja.

” Ini masih di bahas oleh tim di Jakarta, karena dulu kan infonya dapat 300 miliar, tapi sekarang kabarnya cuma 43 miliar pertahun, jadi masih diupayakan,” pungkas Imam. (Ipik)

About dwidjo -

Check Also

Satpol PP Gelar Rakernas di Mataram

Jakarta, Koranpelita.com Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat, Kementerian Dalam Negeri, akan menggelar Rapat ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *