Home / Daerah / Komisi Hukum Dewan Kalsel, Sorot Tajam Jumlah Bandar Narkoba Lebih Banyak Dari Pengguna

Komisi Hukum Dewan Kalsel, Sorot Tajam Jumlah Bandar Narkoba Lebih Banyak Dari Pengguna

Banjarmasin, Koranpelita.com

Dari total 9.490 orang, sebanyak 6. 397 narapidana (napi) penghuni lapas di Kalimantan Selatan (Kalsel) saat ini berkasus narkoba.
Yang menggelitik, dari jumlah napi yang terhukum justru berkatagori bandar/pengedar yaitu 5. 299 orang, sedang pengguna hanya 1.260 orang.

Selisih angka mencolok itu disorot tajam anggota Komisi I DPRD Kalsel, H Hasanuddin Murad, usai dengar pendapat bersama Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI Kalsel, di Banjarmasin, Rabu (22/1/2020).

” Jika melihat jumlah diatas, maka ini cukup aneh. Kok bandarnya banyak, penggunanya malah sedikit,” ujarnya kepada wartawan hari itu.

Dari itu diapun menilai, bahwa konstruksi proses penanganan hukum yang selama ini berjalan di Kalsel khususnya pada kasus narkotika masih kurang tepat. Karena seharusnya makin banyak bandarnya, maka penggunanya juga banyak.

“Tapi kita juga apresiasi positif atas upaya penegak hukum yang sudah memberantas narkoba selama ini,” kata politisi senior partai Golkar ini.

Berdasarkan data yang disajikan Divisi Permasyarakatan Kemenkumham Provinsi Kalsel, dalam rapat, untuk tahun 2016, bandar/pengedar yang dihukum sebanyak 2.692 orang. Sedang pengguna hanya 1.067 orang.

Tahun 2017, bandar/pengedar 3.855 orang dan pengguna hanya 771 orang.
Tahun 2018 bandar/pengedar 4.289 orang dan pengguna hanya 1.024 orang. Sedang Tahun 2019, bandar/pengedar, 5 299 orang, pengguna hanya 1.260 orang.

Karena itu, anggota Komisi I membidangi hukum dan pemerintahan DPRD Kalsel yang juga didampingi rekannya Zulkarnaen Iskandar mengusulkan kepada pimpinan komisinya dalam waktu dekat akan mengundang semua lembaga/instansi hukum terkait untuk meminta penjelasan, dalam tujuan turut bersama membantu permasalahan hukum di Kalsel.

Adapun dari jumlah 9.490 napi se Kalsel, terdiri dari kasus narkotika sebanyak 6.397 orang (67,4%).
kasus Korupsi 89 orang (0,9%) dan kasus pidana umum 3.004 orang (32%).
Sedang populasi napi terpadat terjadi di Lapas Kelas IIA Banjarmasin yaitu sebanyak 2.611 sehingga overloud 613%, dari kapasitas huni hanya 336 orang.

Kakanwil Kemenkumham Kalsel, Agus Toyib SH MH, mengakui jika angka narkoba di Kalsel sangat tinggi dan dibutuhkan pembangunan Lapas baru.

Kemudian sisi upaya pencegahan juga sudah ada komitmen bersama, karena bukan harus terus menindak dan memasukan ke lapas, tapi bagaimana mencegah. ” Sudah yang sudah masuk biarlah, tapi bagi bagaimana agar mencegah masyarakat tidak masuk. Ini yang sedang kita perkuat bersama,” pungkas Agus Toyib.(Ipik)

About dwidjo -

Check Also

Satpol PP Gelar Rakernas di Mataram

Jakarta, Koranpelita.com Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat, Kementerian Dalam Negeri, akan menggelar Rapat ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *