Home / News / Menteri LHK: 225 KBD Siap Hijaukan Bogor dan Lebak

Menteri LHK: 225 KBD Siap Hijaukan Bogor dan Lebak

Lebak-Banten, Koranpelita.com

Sebanyak 225 Kebun Bibit Desa (KBD) disiapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo untuk menghijaukan kembali lahan atau area yang rusak terdampak bencana di wilayah Bogor dan Lebak.

“Bencana banjir dan longsor telah menyebabkan terjadi kerusakan lingkungan alam yang cukup serius, khususnya di Pulau Jawa. Oleh karena itu, pemerintah harus melakukan kembali pemulihan lingkungan,” kata Menteri LHK Siti Nurbaya melakui siaran persnya, Minggu (12/01/2020) usai meninjau kebun bibit di Desa Gunung Kencana, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu petang (11/1).

Dari 225 KBD tersebut, 100 diantaranya dibangun di Bogor dan 125 di Lebak, Banten. Bibit-bibit itu akan dibagikan gratis kepada masyarakat, sehingga terjadi pemulihan alam dan bentang alam hijau kembali.

Dikatakan Siti, Kebun Bibit Desa Gunung Kencana saat ini memiliki 60 ribu batang bibit, terdiri dari sengon dan jengkol, serta menyusul jenis durian dan akar wangi atau vetiver. “Tanaman tebing akar wangi diuji cobakan pada tebing-tebing setinggi 2-4 meter yang ada di sekeliling kebun bibit pada bentang alam perbukitan Desa Gunung Kencana tersebut,” kata Menteri Siti Nurbaya.

Secara keseluruhan, diperkirakan yang menyebabkan lahan kritis menurut Kadishut Provinsi Banten sekitar 4.000 Ha. KLHK ditargetkan menghijaukan seluas 2.500 Ha di Taman Nasonal Gunung Halimun Salak (TNGHS) Lebak dan Bogor dengan dana APBN yang dilaksanakan secepatnya dalam 2-3 bulan ke deoqn. “Dimulai Januari ini segera setelah akses mobilisasi pulih pasca bencana,” ungkapnya.

Dukungan Dana Korporat

Kebutuhan penghijauan juga dapat didukung dari dana korporat yang bekerja dalam upaya reklamasi dan rehabilitasi eks tambang sesuai PP 78 Tahun 2010. Juga bisa diupayakan dari dana CSR korporat. Skema-skema tersebut sedang dianalisis KLHK saat ini.

“Tapi yang jelas dari dana APBN sudah bisa mencakup 225 kebun bibit desa di Lebak dan Bogor (kawasan TNGHS) dengan sedikitnya masing-masing 60.000 bibit atau semuanya menjadi 13,5 juta bibit yang dapat menanami sedikitnya 19.300 hektar,” terang Menteri Siti.

Dalam pengurusan ini sekaligus melalui Dirjen Konservasi ditata zonasi peruntukan kawasan sehingga menjadi jelas peruntukan dan pembatasan-pembatasannya.

Selain upaya penghijauan, dan zonasi wilayah konservasi, KLHK juga melakukan investigasi terkait kerusakan alam di Taman Nasional Gunung Halimun–Salak (TNGHS), terutama dari aktivitas perambahan hutan dan penambangan tanpa ijin baik korporat maupun masyarakat, serta praktek penambangan korporat yang buruk.

“Kami sudah pelajari dokumennya, dan para Dirjen terkait sudah ditugaskan turun langsung ke lapangan yaitu Dirjen Konservasi, Dirjen DAS dan Dirjen Gakkum,” ujar Siti.(kh)

About khairul habiba

Bekerja di Harian Pelita sejak tahun 1986, mulai dari wartawan hingga redaktur politik dan terakhir sebagai redaktur senior. Sekarang sebagai Redaktur Ahli di Koranpelita.com

Check Also

NKS Menulis Perth-4: Terdampar di Pulau Sarang Tikus

Hari keempat di tahun 2020. Itulah hari yang tak terduga. Sebab, saya terdampar. Sebenarnya lebih ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *