Home / News / Airlangga Perioritaskan Kader Golkar Tanpa Mahar untuk Pilkada 2020.
Bambang Soesatyo Bersama Airlangga Hartarto sama-sama maju dalam Munas Desember nanti memperebutkan Ketua Umum Partai Golkar. Dalam kampanyenya, Airlangga bilang akan perirotitaskan kader Partai Golkar untuk calon kepala daerah pada pilkada 2020 nanti. Ist/kompasiana.com.

Airlangga Perioritaskan Kader Golkar Tanpa Mahar untuk Pilkada 2020.

Jakarta, Koranpelita.com

Airlangga Hartarto menegaskan akan memperioritaskan kader Parai Golkar untuk maju sebagai calon kepala daerah pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 mendatang tanpa dipungut mahar oleh partai.

“Ketua DPD Partai Golkar Provinsi dan Kabupaten/Kota yang berbasis survei elektabilitas oleh lembaga survei, dan yang telah diendorse oleh partai menjadi perioritas dicalonkan sebagai kepala daerah tanpa Mahar,” kata Airlangga.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Angkat Muda Partai Golkar (PP AMPG), Syahmud Basri Ngabalin menjelaskan, kebijakan Airlangga tersebut merupakan kesadaran penuh Airlangga secara pribadi, bahwasanya pimpinan Partai Golkar di daerah merupakan ujung tombak dan memiliki potensi yang mesti diakomodir.

Ia pun berharap kepada para politisi Partai Golkar yang ada di tingkat pusat agar tidak melempar isu negatif kepada pengurus Golkar di daerah mengenai kepemimpinan Airlangga sebagai Ketua Umum partai Golkar.

“Orang Jakarta itu selalu nggak puas dan cenderung menyebarkan isu yang menjebak teman-teman pengurus di daerah. Diharapkan pengurus atau kader yang di pusat jangan kipasin teman-teman daerah bahwa Ketua Umum itu tidak mengerti kondisi daerah.

“Ketua Umum sangat paham atas kebutuhan pengurus Provinsi dan kabupaten/kota Partai Golkar,” tutur Syahmud di Jakarta, Minggu (17/11/2019).

Selain itu, ia juga mengimbau kepada para pengurus Partai Golkar di daerah supaya melihat kondisi kepemimpinan Airlangga secara objektif, dan tidak terprovokasi oleh isu yang sengaja dilempar oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

“Saya juga harapkan kepada para kader yang ada di daerah bisa paham atas sinyal yang sudah tersampaikan kepada publik, siapa sesungguhnya yang diinginkan oleh pusat dan mengerti akan kebutuhan teman-teman yang ada di daerah,” ujarnya.

Syahmud mencurigai mereka yang sering melempar isu negatif terhadap Airlangga adalah orang-orang yang tidak kebagian apa-apa dalam kemimpinan Airlangga. Kata dia, itu tentu saja bukan kesengajaan Airlangga, melainkan karena keterbatasan yang akan dibagi.

Ia pun mengimbau kepada para pengurus Golkar di daerah agar mentabulasi apa saja yang menjadi kebutuhan di daerah, kemudian disampaikan kepada Airlangga. Daripada buang-buang tenaga dan pikiran mengurusi isu yang tidak produktif dari Jakarta.

“Sebagai orang daerah, jangan terlalu mudah terpancing dengan isu-isu yang di buat oleh teman-teman yang ada di pusat,” tambahnya. (kh)

About khairul habiba

Bekerja di Harian Pelita sejak tahun 1986, mulai dari wartawan hingga redaktur politik dan terakhir sebagai redaktur senior. Sekarang sebagai Redaktur Ahli di Koranpelita.com

Check Also

Mengenal LKM sampai Cirebon

Capek tak sirna hanya dibayar dengan tidur pulas semalaman. Tapi agenda lain sudah menanti. Sisa ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *