Home / News / Sidang Komisi Rekomendasi Kongres Partai Nasdem Bahas Juga Tentang Sampah
Sidang Komisi Rekomendasi Politik Nasden dipimpin Irma S Chaniago, Charles Meikiansyah dan Vena Melinda dan juga kadernya Menteri LHK Siti Nurbaya. Ist

Sidang Komisi Rekomendasi Kongres Partai Nasdem Bahas Juga Tentang Sampah

Jakarta, Koranpelita.com

Sidang Komisi Rekomendasi Politik Kongres Partai Nasdem di JIEXPO Jakata Minggu kemarin membahas banyak masalah, termasuk politik penanggulangan sampah oleh Menteri Lingungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Menteri LHK Siti Nurbaya menjelaskan pencemaran destinasi pariwisata Taman Nasional didominasi oleh sampah plastik yang paling sulit terurai, baik di gunung maupun di laut.

Oleh karena itu, pemerintah bersama para pihak terus menggencarkan kampanye pengurangan penggnaan sampah plastik, dan mengeluarkan regulasi pajak yang lebih besar untuk plastik.

Sidang Komisi Rekomendasi Politik itu dipimpin Fungsionaris Partai Nasdem Irma S Chaniago, Charles Meikiansyah dan Vena Melinda dan juga kadernya Menteri LHK Siti Nurbaya.

Siti menjelaskan pentingnya peran kader partai dalam pembangunan, termasuk dalam pengelolaan sampah plastik. Secara cukup rinci dijelaskan persepsi publik tentang sampah, fakta dan data serta rencana aksi pengelolaannya.

Mengenai kebijakan perihal pengurangan sampah plastik, Menteri LHK mengungkapkan, dirintis oleh asosiasi ritel ditahun 2016 dan itu didukung pemerintah untuk penerapan kebijakan kantong plastik berbayar hampir di seluruh minimarket di Indonesia.

Menurut survey, kata dia, setelah akasi 2016 itu, sekitar 87 persen masyarakat setuju pada kebijakan kantong #plastikberbayar, dan 91 persen masyarakat bersedia membawa kantong belanja sendiri dari rumah.

Perubahan perilaku masyarakat terjadi, sebagai hasil dari kampanye dan regulasi pengurangan sampah plastik, yaitu lebih meningkatkan kesadaran masyarakat menggunakan tumbler, tas belanja, dan sedotan plastik.

Perubahan Paradigma

Lebih jauh dijelaskan, perubahan paradigma dalam pengelolaan sampah secara umum itu, seperti halnya memilah jenis sampah untuk nantinya menjadi sumberdaya seperti mendaur ulang sampah menjadi kreasi unik dan berharga.

Pemerintah juga mendorong upaya pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), sesuai implementasi Peraturan Presiden No. 35 Tahun 2018. Tahap awal akan dilakukan di 12 Kota Indonesia seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Surabaya, Bekasi, Tangerang dan Tangsel. Surakarta, Makasar dan lain-lain.

“Pengembanhan teknologi sampah plastik menjadi bahan baku aspal yang sejak 2018 sampai saat ini telah di uji coba pada 16 kota daerah,” tambah Menteri Siti.

Pada bagian akhir penjelasannya, Menteri LHK mengajak seluruh kader Nasdem ikut mengkampanyekan dan melakukan edukasi masyarakat dalam pengurangan sampah untuk menjaga lingkungan bersih, sehat, dan bernilai. (kh)

About khairul habiba

Bekerja di Harian Pelita sejak tahun 1986, mulai dari wartawan hingga redaktur politik dan terakhir sebagai redaktur senior. Sekarang sebagai Redaktur Ahli di Koranpelita.com

Check Also

KPU Evaluasi Pencalonan Anggota DPRD MeLawi Pada Pemilu 2019

Melawi, Koranpelita.com Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Melawi, melakukan evaluasi pencalonan anggota DPRD Melawi Pemilu ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *