Home / Ekonomi / Sistem Tanggung Renteng Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Masyarakat

Sistem Tanggung Renteng Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Masyarakat

Jakarta, Koranpelita.com

Pos Perberdayaan Keluarga (Posdaya) fokus memberikan dukungan kepada pemberdayaan masyarakat. Strateginya menempatkan keluarga sebagai titik sentral pembangunan. Melalui pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi keluarga.

Delapan fungsi keluarga mencakup bidang agama, lingkungan, sosial budaya dan semuanya untuk mencapai peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Akseptor Keluarga Berencana (KB) berharap dapat mewujudkan kesejahteraan. Dibentuklah usaha perbaikan kesejahteraan nakseptor (UPPKA) yang berkembang menjadi Usaha Perbaikan Pendapatan keluarga Sejahtera (UPPKS).

Sistem tanggung renteng mulai diterapkan untuk memperoleh modal usaha. UPPKS sulit mendapatkan kredit karena masyarakat umumnya tidak bankebel, tanggung renteng menjadi solusinya.

Kelompok UPPKS yang terdiri akseptor KB, bergabung, berusaha dan mencari modal bersama pula. Anggota UPPKS yang beragam latar belakang dan sosial memungkinkan mendapatkan kredit usaha.

Anggota kelompok yang tergolong mampu dapat menjadi penjamin pinjaman, anggota kelompok mendapat kredit dan mencicil sesuai kenetentuan dengan ketua kelompok sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap kelancaran cicilan kredit seluruh anggota kelompoknya.

Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, salah satu pengadopsi program Posdaya di wilayahnya.

Bupati memiliki kiat-kiat untuk mencapainya yakni mengembang Posdaya. Pemberdayaan masyarakat agar mencapai derajat kesehatan yang paripurna. Posdaya dengan strategi pemberdayaan keluarga. Meningkatkan kesejahteraan perempuan yang akan berdampak kepada keluarga, terutama anak-anak, bayi dan balita.

Pendidikan, kesehatan dan perbaikan ekonomi keluarga menjadi titik sentral pembangunan. Pendidikan yang baik memungkinkan kesehatan menjadi baik. Pendidikan dan kesehatan yang baik lebih mungkin untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga yang lebih baik lagi.

Nelson Masuk Desa (Nomaden) menjadi semangat baru di Kabupaten Gorontalo. Kreativitas berkembang, banyak inovasi yang dilakukan, banyak juga hasil yang didapatkan.

Nomaden mengharuskan Nelson lebih dekat dengan masyarakat yang dipimpinnya. Bupati dan seluruh perangkatnya berkantor pindah-pindah dari satu desa ke desa yang lain. Nelson berharap agar lebih dekat dengan masyarakat di Kabupaten Gorontalo.

Nomaden bukan hidup berpindah-pindah, melainkan pelayanan kepada masyarakat berpindah-pindah. Nomaden, mulai September 2019. “Meski pun saya hampir setiap saat berkunjung ke desa, tapi kali ini berbeda. Jadi satu malam kita tidur di desa dan selama dua hari kami melayani masyarakat di sana. Tadi sangat luar biasa masyarakatnya. Mereka sangat antusias,” jelasnya.

Program Nomaden (Nelson Masuk Desa) dilakukan dalam rangka pelayanan seperti soal pelayanan dukcapil, soal pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan, izin, hingga pasar murah.

Selain itu, untuk melakukan evaluasi terhadap proyek-proyek yang sudah dilakukan selama empat tahun terakhir.

Tujuan lainnya Nomaden dalam rangka untuk menyerap aspirasi masyarakat terutama untuk program-program tahun 2020.

Kepemimpinannya akan berakhir tahun 2021, maka menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk tahun 2015-2021. Jadi, tahun depan akan ada draft untuk modal untuk rencana pembangunan. Siapa pun nanti bupatinya, sudah ada draft, apa saja yang akan dikerjakan untuk pembangunan. Namanya RPJMD Teknokratik, semacam konsep yang nantinya akan digabungkan dengan visi dan misi bupati selanjutnya.

Program Nomaden, bila sebelumnya pelayanan dilakukan di Limboto sebagai Ibu kota Kabupaten, sekarang pelayanannya dilakukan langsung di kecamatan dan desa. Tak hanya dirinya, seluruh OPD pun, katanya, akan berkunjung ke desa.

Kamis malam atau malam Jumat, sudah disiapkan untuk pelayanan sehingga Jumat dan Sabtu, benar-benar bisa melayani masyarakat. Masyarakat begitu antusias. Luar biasa. Program ini juga memindahkan uang ke desa, karena kami tidak ingin membebani masyarakat. Selain melayani, kami juga berbelanja yang membuat jual beli di desa jadi meningkat.

Gelar pasar kaget yang melibatkan masyarakat setempat. Mereka, akan menjual hasil-hasil bumi.

Diwajibkan bagi seluruh PNS dan masyarakat untuk membeli hasil bumi tersebut. Dengan demikian akan menambah uang yang masuk ke desa atau kecamatan.

Menginap di desa atau kecamatan yang dikunjungi. masyarakat sendiri yang meminta untuk tidur di rumah-rumah mereka.

Bagi saya yang penting ada tempat untuk beristirahat. Kalau untuk teman-teman OPD ada yang membuat tenda bukan hanya berfungsi untuk tempat istirahat, tetapi juga sebagai tempat untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat.

Prof Dr Haryono Suyono, MA, PhD Begawan Kependudukan dan Keluarga Berencana (KB). Ahli statistik dan ilmu-ilmu sosial ini, ketika masih berada di pemerintahan, banyak menghasilkan gagasan.

Banyak inovasi kebijakan yang sampai saat ini masih relevan. Untuk masa depan bahkan, akan tetap dapat diterapkan.

Ide-ide brilian yang dicetuskan semasa menjabat masih dapat diteruskan. Perlu perbaikan pasti, namun ide dasarnya dapat digunakan dengan kemasan baru yang sesuai dengan dinamika dan tantangan zaman.

Posdaya satu dari sekian banyak gagasan futuristik. Mengambil bentuk dari Millenium Development Goals (MDGs) agar lebih membumi dengan zamannya.

Posdaya menjadi lebih familier, mudah diucapkan dan enak didengarkan. Masyarakat awam juga gampang memahami. Mengapa pos, masyarakat kebanyakan juga akan lebih mudah menangkap maknanya.

Pos bisa tempat, bisa juga rumah atau Rukun Tetangga (RT) bisa Rukun Warga (RW). Bisa juga Rukun Kampung (RK), bisa Pedukuhan di Jawa, bisa Jorong atau Korong di Sumatera Barat, bisa Banjar di Bali atau sebutan yang lain.

Posdaya memiliki basis utama kebersamaan, wujud demokratisasi di tingkat bawah. Dimulai dari lokakarya mini, dari warga, oleh warga dan untuk warga.

Lokakarya mini menjadi ruh Posdaya, disana ada proses dialog. Setiap warga disilahkan berbicara, usul, saran dan mengembangkan gagasan. Termasuk masalah aktual yang terjadi di sekitarnya.

Posdaya mewadahi semua kelompok umur dari janin dalam kandungan, bayi dan balita, remaja sampa kelompok lanjut usia.

Lokakarya mini Posdaya efektif menjadi forum untuk menyebarkan berbagai informasi pembangunan, informasi yang positif untuk membangun karakter anak bangsa. Sudah barang tentu berbagai informasi yang tidak benar juga singgah di forum itu, berita palsu, bohong menghasut mereka terima dari berbagai sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Posdaya melui forum kecil, lokakarya mini dapat menjadi sarana untuk memberikan informasi yang benar. Meluruskan berita bohong yang menyebar melalui media sosial yang mereka terima.

Posdaya yang dibentuk menyebar hampir di seluruh Indonesia. Sosialisasi tahun 2015 mendekati 50.000 Posdaya dari target 70.000 Posdaya di seluruh Indonesia. Sebagaimana bidan desa yang pernah mencapai 70.000 desa memilikinya, bidan desa ketika itu mampu menurunkan Angka Kematian Anak (AKI) bayi dan balita.

Ketika bidan desa mulai banyak meninggalkan posnya di desa, AKI kembali meningkat bahkan hingga 307/100.000 kelahiran hidup. Padahal MDGs menetapkan setiap negara di dunia yang menyepakati di markas PBB di New York, hingga tahun 2015 harus menurunkan AKI sampai separonya.

Posdaya Dahlia IX Dusun Gletak, Desa Kedungsari, Pengasih Kulon Progo, DI Yogyakarta. Satu dari ribuan Posdaya yang dibentuk untuk memberdayakan masyarakat. Posdaya Dahlia IX dengan Ketua Slamet mantan guru Sekolah Dasar Janturan I (djo)

About dwidjo -

Check Also

Kominfo Banten Fasilitasi Penyebaran Informasi Pembangunan Infrastruktur

SERANG, Koranpelita.com Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Banten menggelar konferensi media, di Kantor Dinas ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *