Home / News / NKS Menulis Jogja: Menjaga Gizi Mahasiswa S2

NKS Menulis Jogja: Menjaga Gizi Mahasiswa S2

Malam sudah larut ketika meninggalkan Alun-Alun Kidul Jogja. Tentu ada rasa bungah telah membuat Mr. Bae, ahli jaminan pensiun Korea Selatan, itu penasaran. Ya, penasaran karena tidak bisa melewati celah lebar di antara dua beringin kurung yang keramat.

Kini, saatnya untuk melepas penat sembari menanti mimpi. Mungkin mimpi sukses melewati celah dua pohon beringin. Sebagai pertanda cita-cita yang akan tergapai.

Ketika langit timur berlumur rona kesumba, secara naluri saya tergugah dari lelap untuk menyapa indahnya pagi Jogja. Mimpi pun terpotong, dengan harap nanti jika malam kembali tiba, bisa bersambung lagi layaknya film seri.

Walau badan belum terlalu fit, rencana kegiatan sudah tersusun rapi. Mulai pagi hingga petang datang.  Pertama, ada janji pagi yang mesti ditepati. Bertemu rekan yang kebetulan menjabat di kabupaten kelahiran saya.

Mengajak memikirkan para pekerja berbagai sektor untuk mendapat perlindungan jaminan sosial. Pertemuan yang tak perlu lama, yang penting pesan mengena. Siapa lagi yang memikirkan hal seperti ini jika bukan mulai dari kita.

Setelah itu, saya harus menebus rasa salah karena belum pernah singgah di Kantor Cabang Perwakilan/Perintis BPJS Ketenagakerjaan yang berada di Kulon Progo. Empat tahun kurang 4 bulan saya di BPJS ketenagakerjaan, tapi baru kali ini mampir. Lebih tepatnya berkunjung bukan hanya sekadar mampir. Menyapa rekan kerja dan mendengar langsung suka duka menghadapi pelanggan yang beraneka.

Sumarjono bersama Pak Supangkat Riyanto sahabat saat SMP sekaligus pemilik RM Ayam Goreng Bu Hartin serta Bu Sofie, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kulon Progo.

Diskusi panjang tentang potensi dan tentu  prestasi KCP dengan Bu Sofie sebagai Kepala KCP Kulon Progo. Menyenangkan. Sebab, terpancar kecerdasan dalam mengelola sumberdaya yang terbatas namun dengan kinerjanya tetap mantul, mantab betul.

Pengalaman Bu Sofie juga nyata menopang penyelesaian berbagai masalah yang kerap datang tanpa membawa undangan.

Berbincang seru, mempercepat putaran waktu. Jam istirahat merapat, dan segera kami sepakat mencari tempat. Tempat yang tepat untuk urusan mengisi perut. Memang belum banyak pilihan tempat, dan ketika ditanya mana yang terenak di kota Wates, Bu Sofie menyebut tempat yang belum lama saya datang untuk reuni mini bersama rekan SMP. Ayam goreng Bu Hartin.

Mungkin ada hal lain mengapa Bu Sofie memilih resto ini selain enak dan tempatnya nyaman. Sang pemilik resto terkenal di Kulon Progo ini sudah sangat sadar jaminan sosial ketenagakerjaan. Bos RM Bu Hartin, Pak Supangkat Riyanto, telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Begitu pula pegawainya. Salut dan bangga pada bos yang begitu peduli dengan para pegawainya.

Kami sampai rumah makan tanpa susah mencapai. Tak dinyana bos RM Ayam Goreng Bu Hartin sedang di restonya. Saya sangat mengenal pemain bola andalan pada masanya itu, karena memang teman satu kelas di SMPN 2 Wates dulu.

Sumarjono bersama Mbak Woro dan Mas Supangkat Riyanto, dua sahabat saat di SMPN 2.

Sudah barang tentu, foto diambil untuk bisa ingat saat saya menuangkannya dalam tulisan ini. Malah bertemu dengan Mbak Woro rekan SMP juga yang sedang merayakan rekan yang berhasil memasuki masa purna tugas. Terjadilah sejenak super mini reuni.

Diskusi lanjutan dengan Bu Sofie di meja makan terjadi. Lunch meeting, begitu istilah yang biasa digunakan orang Kulon Progo. Ketika makanan tiba, diskusi sejenak terhenti. Lalu perlahan namun pasti, berbagai hidangan berpindah mengisi rongga-rongga perut.

Sejatinya saya sudah berjanji untuk mengurangi konsumsi nasi. Dan, janji itu saya tepati. Saya kurangi nasi yang ada di piring sesendok demi sesendok. Hingga habis, bersih.

Tak ada lagi bahan yang perlu didiskusikan dan tak ada lagi makanan yang tersisa. Yang kemudian ada adalah pamit karena kegiatan lain sudah menanti. Menuju kota Jogja untuk terlebih dahulu ganti dresscode, sebelum bertemu para pimpinan program double degree baik dari Fisipol ataupun Filkom UGM.

Setengah jam sebelum waktu yang disepakati untuk bertemu saya sudah datang di Fisipol tempat pertemuan sore itu. Saya sudah hapal area Fisipol. Beberapa kali berdiskusi atau bahkan mencoba ke Digilib Cafe kebanggaan Fisipol UGM. Kali ini saya juga menunggu waktu di Digilib Cafe.

Sumarjono menikmati suasana di kafe Digilib Fisipol UGM.

Pertemuan dimulai dengan saling mengenalkan diri. Beberapa wajah sudah saya kenali walau urusan nama memang saya termasuk yang susah untuk mengingatnya. Jangankan kepada para pimpinan Fisipol dan Filkom UGM yang sangat jarang bertemu, nama istri yang tiap hari ketemu saja lupa.

Itulah sebabnya saya jarang memanggil namanya. Saya lebih sering panggil Sayang atau Cinta. Biar nggak salah sebut nama. Panggilan yang pastinya juga menyenangkannya.

Dan, saya baru tahu dan ingat nama istri itu ketika tetangga memanggilnya. “Bu Jono, apakabar?”  begitu tetangga saya ini memanggil istri saya. Di situlah saya tahu dan teringat bahwa istri saya namanya Bu Jono.

Hadir Pak Najib dan Pak Hakim, pimpinan Fisipol. Sementara dari Filkom ada Bapak Agus, Bapak Tri, dan Pak Ashari. Saya sendiri ditemani oleh Pak Desto yang punya gawe, Pak Ibnu, Pak Nasipiyanto, Pak Lingga dan Pak Ainul Kakacab Jogja.

Nah, hadir pula delapan karyawan BPJS Ketenagakerjaan terpilih peraih beasiswa dari kantor untuk kuliah S2 di Fisipol dan Filkom. Empat mahasiswa di Fisipol dan empat di Filkom. Pertemuan ini tentu salah satu bentuk kesepakatan yang tertuang dalam kerjasama BPJS Ketenagakerjaan dan UGM.

Inti pertemuan ini adalah kami, layaknya orangtua para mahasiswa, ingin memastikan anak-anak kami sehat, mampu mengikuti kuliah dengan baik, bahkan bisa membanggakan sang orangtua dengan prestasi yang luar biasa. Juga memohon bimbingan dari Fisipol dan Filkom agar anak-anak kami bisa lancar dalam studi dan kelak menjadi SDM yang unggul serta bisa menyumbangkan ilmunya untuk BPJS Ketenagakerjaan dan Indonesia yang lebih unggul.

Saya jadi teringat anak sendiri yang kuliah di Surabaya. Saat saya menengoknya, terlihat kebahagiaan luar biasa terpancar dari raut mukanya. Mungkin karena rasa rindu dengan ayahnya, atau terfikir ada perbaikan gizi dengan makan lebih enak dibanding hari-hari biasa yang harus berhitung dengan anggaran pendapatan dan belanja mahasiswa (APBM).

Begitu pula wajah  delapan mahasiswa S2 double degree yang tahun depan akan merasakan kuliah di Australia untuk yang di Fisipol serta di Taiwan untuk yang di Filkom ini.   Dan, terdengar sebuah doa dari mereka walau tak terucap, semoga sering-sering menengok mereka sehingga semangat terpompa dan gizi terjaga.

Sebagian besar dari delapan mahasiswa S2 ini telah berkeluarga. Terbayang pula keluarga muda dengan satu anak yang masih balita yang sedang kucu-lucunya. Tentu saya sarankan untuk bisa diboyong juga ke Jogja jika memungkinkan atau nanti diajak pula menemani kuliah saat di luar negeri. Walau memang harus pandai membagi waktu.

Teringat masa S2 dulu di Oregon State University, saya hanya mampu berjauhan dengan keluarga tak lebih dari satu semester. Lalu keluarga kecil menyusul dengan puteri kami berusia 7 bulan. Betapa leganya saat bisa berkumpul.

Saat itu, saya pun belajar membagi waktu. Ketika siang, saya kuliah dan belajar di kampus. Pada sore hingga petang, saatnya anak mengajak main dan bercanda ria hingga ia lelah dan tertidur. Saat anak telah terlelap dalam tidurnya, ternyata tugas belum juga usai. Karena saat anak sudah tertidur, ibu dari sang anak yang meminta waktu untuk bermain dan bercanda ria.

Setelah acara dengan UGM usai, saya buru-buru ke bandara mengejar waktu. Waktu untuk kembali ke Jakarta. Waktu bermain dengan mahasiswa S2 sudah habis. Kini saatnya waktu main untuk keluarga tercinta.(*)

Salam NKS: Nikmati Kuliah S2

Depok, 9 November 2019. Bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW

About redaksi

Check Also

Kepemimpinan Seorang Sultan

Sampit, Koranpelita.com. Menarik membaca kisah yang diungkapkan seorang warga Kabupaten Kotawaringin Timur( Kotim) Provnsi Kalteng, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *