Home / Hukum / Kuasa Hukum Meriana Sihite Tuntut Itikad Baik Bank Muamalat
Kuasa Hukum Meriana Sihte Nurdamewati Sihite (baju kuning), Meriana Sihite (tengah) dan Bachtiar Marasabessy. kh

Kuasa Hukum Meriana Sihite Tuntut Itikad Baik Bank Muamalat

Tangerang, Koranpelita.com

Kuasa hukum Meriana Sihite, Nurdamewati Sihite dan Bachtiar Marasabessy menyesalkan sikap manajemen Bank Muamalat yang makin memperlihatkan itikad tidak baik atas kasus pembelian satu unit apartemen oleh kliennya di Aeropolis Apartment Tower 2, yang berlokasi di Tangerang.

Sikap penyesalan itu disampaikan Nurdamewati Sihite dan Bachtiar Marasabessy kepada wartawan usai sidang gugatan di Pengadilan Agama Tangerang, Jumat (13/9/2019). Sidang dipimpin Hakim Ketua Musidah S Ag MHI bersama Hakim anggota Endin Tajudin S Ag dan Yayuk Afiyanah S Ag MA.

Dalam sidang itu, dihadirkan saksi dari Bank Muamalat, M Ryan dengan jabatan Relationship Manager, dan Afrizain Putra dari PT Perkasalestari Permai. Kuasa hukum Meriana Sihite dari Kantor Kuasa Hukum Damewati Sihite & Rekan mengatakan, Bank Muamalat cenderung melemparkan tanggungjawab tanggungjawabnya kepada PT Perkasalestari Permai.

Selain itu lanjut Nurdamewati, pihaknya keberatan dan menolak  saksi ahli Akmal Burhanuddin yang dihadirkan Bank Muamalat, karena merupakan karyawannya sendiri, yang tentu   akan ada conflict of interest. Sementara saksi M Ryan yang dihadirkan Bank Muamalat dalam penjelasannya pun sering menjawab tak tahu atas beberpa pertanyaan dengan alasan, jauh sebelum bekerja di bank Muamalat, transaksi itu sudah berjalan,” ujar dia.

Dikatakan Nurdamewati Sihite, itikad tidak baik Bank Muamalat yang dimaksudkannya itu adalah, bahwa pihaknya dipersulit Bank Muamalat untuk mendapatkan hak kepemilikan apartemen tersebut sejak dilunasi 24 agustus 2017. Padahal jaminan PPJB sudah diserahkan PT Perkasalestari Perai kepada Bank Mualamat.

Ketika hal itu dipertanyakan lagi dalam persidangan, saksi M Ryan mengatakan, berdasarkan SOP, surat kepemilikan segera diserahkan bilamana pelunasan sudah dilakukan. “Namun, saya tidak tahu, batas segera itu berapa lama,” ujar saksi M Ryan ketika menjawab pertanyaan kuasa hukum penggugat.

Sementara, Meriana Sihite mengatakan, dirinya sudah lelah menghadapi persosolan itu. Dia tidak lagi berminat untuk memiliki apartemen tersebut, dan dia hanya minta uangnya dikembalikan, berikut kerugian materil dan imateri lainnya senilai Rp1 milyar lebih.

Kronologi kasus

Menurut kerangan kuasa hukum penggugat, pada tahun 2014 Meriana Sihite membeli unit apartemen di Aeropolis Apartment Tower 2 lantai 6 Unit ACR 2.6.2 di Tangerang, yang dibangun oleh PT Perkasalestari Permai dengan menggunakan fasilitas Murabahah dari Bank Muamalat.

Karena menggunakan prinsip syariah, yaitu Pembiayaan Murabahah, maka Bank Muamalat membeli unit apartemen tersebut dari PT Perkasalestari Permai senilai Rp512.762.500, lalu Bank Muamalat menjual kembali unit apartemen tersebut kepada Meriana Sihire dengan harga yang disepakati Rp1.058.148.832.

Berdasarkan kesepakatan awal, Meriana Sihite mencicil selama 156 bulan, dan pada tanggal 24 agustus 2017 Meriana melakukan pelunasan yang dipercepat. Namun sejak itu, hingga Februari 2018, Meriana tidak pernah bisa mendapatkan hak kepemilikan atas unit apartemen beserta jaminan cicilan berupa PPJB unit apartemen tersebut. (kh)

About khairul habiba

Bekerja di Harian Pelita sejak tahun 1986, mulai dari wartawan hingga redaktur politik dan terakhir sebagai redaktur senior. Sekarang sebagai Redaktur Ahli di Koranpelita.com

Check Also

DPR RI Raih Penghargaan Indonesia Digital Initiative Awards 2019

Jakarta, Koranpelita.com Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) kembali dibanjiri penghargaan. Kali ini datang dari ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *