Home / News / Jejak Diplomasi Kartika Jala Krida 2019

Jejak Diplomasi Kartika Jala Krida 2019

Surabaya,  Koranpelita

Pagi-pagi yang cerah dan indah di Armada Markas Komando Armada 2 Ujung Surabaya, nampak KRI Bima Suci-945 sedang sandar dengan gagah dan perkasa.

Kapal ini merupakan kapal layar tiang tinggi kebanggaan bangsa Indonesia. Nampak pula sekumpulan Taruna Taruni AAL, para ABK dan beberapa sanak keluarga hilir mudik disekitar KRI kebanggaan bangsa Indonesia tersebut, serta terpampang tulisan sebuah baleho di lambung kiri KRI Bima Suci, yang dapat jelas terlihat dari segala sisi Armada 2 yang bertuliskan, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M. melepas keberangkatan Satgas Luar Negeri Diplomasi Duta Bangsa 2019, Surabaya 5 Agustus 2019.

Jelas ini merupakan kegiatan resmi keberangkatan Satgas Luar Negeri Diplomasi Duta Bangsa 2019 yang akan resmi diberangkatkan dan dilepas oleh Pemimpin TNI Angkatan Laut.

Pelepasan keberangkatan pelayaran Satuan Tugas (Satgas) Luar Negeri dalam misi Diplomasi Duta Bangsa ini menggunakan KRI Bima Suci dan diikuti 18 staf pelatih, 89 krew atau anak buah kapal dan 83 Taruna Taruni Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat III Angkatan ke-66, terdiri dari ke-4 Korps Taruna Taruni AAL, yakni Korps Pelaut, Teknik, Elektro dan Korps Supply.

Dalam misi Satgas Diplomasi Duta Bangsa 2019, juga terdapat Satuan Latih Kartika Jala Krida (Satlat KJK) 2019 didalamnya. “Mereka secara bersama-sama berlayar menggunakan kapal latih kebanggaan Taruna Taruni Akademi Angkatan Laut KRI Bimasuci-945 dan siap singgah di 9 negara tujuan yang sudah ditetapkan sesuai dengan rencana, meliputi Surabaya ke Manila (Philipina) – Osaka (Jepang) – Busan (Korea) – Shanghai (Cina) – Brunei Darussalam – Lumut (Malaysia) – Phuket (Thailand) – Rangon (Myanmar) – Padang – Benoa – Darwin (Australia) – Surabaya. Dengan menempuh lama pelayaran selama 3 bulan, dari tanggal 5 Agustus sampai dengan 9 November 2019”.

Satgas Luar Negeri Diplomasi Duta Bangsa membawa misi Diplomasi dengan bertemakan “Maritime Fulctrum Brotherhood”, yakni menunjukkan bahwa Indonesia adalah poros maritim dunia sekaligus memperkenalkan karakter kebudayaan Indonesia juga TNI Angkatan Laut kepada negara sahabat, khususnya negara tujuan Satlat Kartika Jala Krida 2019.

Hal tersebut, selaras dengan visi poros maritim dunia yang merupakan tujuan utama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).

Kedatangan KRI Bimasuci-945 di negara-negara yang disinggahi, sekaligus melaksanakan fungsi “Trinitas Angkatan Laut”, yakni kekuatan militer, diplomasi dan polisionil, dimana ketiganya saling bersinergi dan mendukung dalam menjaga stabilitas dan kemananan maritim.

Bagi Taruna Taruni Angkatan Laut, mereka menjadikan KRI Bimasuci sebagai Grand Ambassador misi diplomasi melalui muhibah ke-9 negara. Terkait diplomasi, terdapat tiga karakteristik tujuan yang dapat mengidentifikasi makna diplomasi Angkatan Laut yakni, Confidence Building Measures (CBMs), Civil Military Relation dan Wider Foreign Policy Objectives in Order Countries Area of Defence.

KRI Bima Suci di Manila

Selepas keberangkatan dari Dermaga Madura, Ujung, Surabaya, KRI Bimasuci-945 menempuh rute perjalanan pertama yakni, Surabaya-Manila. Dalam keseharian di kapal, kami Taruna Taruni Akademi Angkatan Laut belajar dan berlatih mendalami profesi Korps masing-masing.

Untuk Korps Pelaut mendalami bagaimana ilmu navigasi, komunikasi, bahari serta keperwirajagaan. Korps Elektro mempelajari tentang detail peralatan elektronika apa saja yang ada dikapal, spesifikasinya, fungsi, hingga detail atau cara mengoperasikannya.

Korps Suplai mempelajari mengolah administrasi dan logistik kapal dan Korps Teknik mendalami bagaimana mesin kapal bekerja, termasuk seluruh mesin yang membantu operasional kapal. Keseluruhan Korps belajar mengendalikan kapal sesuai tugas masing-masing.

Dalam kegiatan belajar dan berlatih, kami diarahkan untuk selalu menepati Perintah Harian Sifat Tetap (PHST) termasuk waktu ibadah dan waktu penempatan penjagaan. Untuk ibadah dilaksanakan secara berjamaah.

“Kami mendapat pengalaman baru, yakni melaksanakan sholat Idul Adha di atas kapal, juga upacara Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 tanggal 17 Agustus 2019″.

Menurut Sermadatar (E) Khevin Ferdiyan Ardyanto, pelayaran dari Surabaya – Manila menuntut kemandirian dan kedewasaan Taruna Taruni Tingkat III mendalami Korps masing-masing.

Selanjutnya, tujuan pelayaran Kartika Jala Krida 2019 singgah di Pelabuhan Pier 15 Manila pada tanggal 12 Agustus 2019, KRI Bima Suci telah disambut baik oleh pihak Atase Pertahanan RI, Staf Kedutaan RI di Manila dan KASAL Angkatan Laut Filipina.

Menurutnya, ketika KRI Bima Suci sandar di pelabuhan Pier 15 Filipina, Taruna Taruni AAL angkatan ke-66 melaksanakan Peran Parade Rol dan Display Genderang Suling (GS) mini.

“Giat Parade Rol yang kami tampilkan bersama Taruna disambut meriah oleh masyarakat yang menyaksikan di Filipina, sembari kami balas sambutan hangat kepada masyarakat dengan menggunakan bendera Merah Putih yang kami genggam,” kata Sermadatar (E) Khevin Ferdiyan Ardyanto.

Rasa haru dan bangga merasuk di dada, dimana untuk pertama kalinya, Taruna AAL membawa nama Indonesia ke negara sahabat, melalui unjuk ketangkasan peran parade dan display Genderang Suling (GS) mini dapat ditampilkan, bahwa Taruna Taruni Angkatan Laut adalah calon perwira TNI Angkatan Laut yang siap dan tangkas dalam mengawaki KRI serta senantiasa kompak dalam menghadapi berbagai masalah.

Persahabatan antara Angkatan Laut Filipina dengan TNI Angkatan Laut telah terjalin baik sejak Kemerdekaan Filipina tahun 1946. Hal tersebut, didukung oleh karakteristik masyarakat Filipina yang hampir sama dengan karakteristik masyarakat Indonesia, yakni ramah, mudah bergaul dan suka menghormati tamu.

Selain itu, Filipina dikenal memiliki semangat patriot dan kebangsaan yang sangat tinggi, dimana masyarakatnya rela berkorban demi bangsa dan negara, layaknya masyarakat Indonesia.
Pertukaran Budaya selama sandar.

“Banyak yang telah kami lakukan secara bersama-sama untuk memperat rasa persaudaraan antara Taruna AAL dan Angkatan Laut Filipina, dalam suasana kegiatan Goodwill Games di Mako Marinir Angkatan Laut Filipina, Fort Bonifaio Taguig City. Disana, banyak melaksanakan pertandingan persabatan, antara lain, tarik tambang, sepak bola, basket dan bola volly di BSN Gym,” ungkapnya.

Dalam pertandingan terjalin bagaimana membangun tim agar menjadi tim yang solid, bagaimana agar strategi tim dapat berjalan. Bagaimana menjalin persahabatan melalui permainan-permainan sederhana.

Kedatangan KRI Bima Suci di Manila, telah menarik animo masyarakat Filipina. Pada hari kedua, terdapat 100 orang pers Angkatan Laut Filipina berkunjung dan melihat kapal layar latih tiang tinggi milik TNI Angkatan Laut KRI Bima Suci-945.

“Kegiatan Open Ship ini didampingi oleh 14 Taruna Guide yang telah ditunjuk oleh perwira latihan. Melalui giat ini, Taruna dapat melatih kemampuan komunikasi berbahasa Inggris dan berbagi wawasan tentang pengalaman masing-masing, lebih jauh lagi taruna juga dapat berdiskusi tentang perkembangan terkini ilmu pengetahuan dan teknologi, sosial dan budaya masyarakat serta kuliner khas warga local.

Dihari kedua sandar dalam balutan kegiatan yang yang lebih formal, Taruna dan Perwira Satgas Luar Negeri Diplomasi Duta Bangsa melaksanakan diskusi melalui giat Courtesy Call (CC) ke Flag Officer in Command Philippine Navy (FOIC PN). Disana diceritakan secara singkat tentang sejarah dan perkembangan militer Angkatan Laut Filipina serta dilanjutkan perbincangan santai terkait rencana program kedepan untuk mempererat hubungan baik antara kedua belah pihak Angkatan Laut.

Kunjungan berikutnya ke Kantor Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) di Manila, dalam rangka membahas isu-isu kerjasama global antara Filipina dan Indonesia, khususnya dalam aspek keamanan laut regional. Bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat Filipina dan Indonesia dengan memanfaatkan kekayaan maritim. Bagaimana meningkatkan kerjasama guna keamanan wilayah. Bagaimana mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di tiap wilayah. Bagaimana mengatasi masalah-masalah, seperti pelanggaran wilayah teritorial bagi nelayan dan isu global lain.

Dari sini, dapat diambil pelajaran bahwa sebagai Taruna Taruni Akademi Angkatan Laut, harus bersikap kritis terhadap kondisi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Sosial Budaya dan Pertahanan.

Acara sore hari dilanjut dengan Cocktail Party yang dimeriahkan oleh kehadiran Atase Pertahanan RI dan Perwakilan diplomat berbagai negara, diantaranya tuan rumah Filipina, Vietnam, Amerika Serikat, Brunai Darussallam, Myanmar, hingga Spanyol serta warga negara Indonesia yang tinggal di Manila. “Dari keseluruhan negara sahabat yang datang, Filipina menjadi jumlah terbanyak yang mengirimkan perwakilan sesuai karakteristik negara Filipina sebagai bangsa yang mengadop budaya Spanyol.

Orang Filipina banyak menyukai musik dan pesta termasuk seperti acara “Cocktail Party”.

Hari terakhir sandar di Filipina diisi dengan kunjungan budaya ke Istana Malacanang, melihat sejarah dari berdirinya negara Filipina. Disana Taruna Taruni Akademi Angkatan Laut juga dapat melihat diorama tokoh-tokoh yang berperan dalam perjuangan kemerdekaan rakyat Filipina. Selepas kunjungan Taruna Taruni Akademi Angkatan Laut diperkenankan pesiar terpimpin di Mall of Asia.

“Secara umum masyarakat Filipina mayoritas menganut doktri, citra bangsa Philipina sejati (the mark of a true Filipino), cinta pada kesatuan tanah air dan bangsa, Keadilan sosial, yang merata (social justice and equality), Bersikap demokratis (democratic participation), Kemajuan dan kesejahteraan (progress and prospe-rity), Kebebasan memilih/menentukan keyakinan/ kepercayaan, Nilai-nilai kemanusiaan (internasionalism)”.

Dalam Satlat Kartika Jala Krida 2019 mengemban 3 misi, yang pertama sebagai kapal latih Taruna Akademi Angkatan Laut, yang kedua sebagai diplomasi negara dan yang ketiga sebagai duta bangsa untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia. “Giat ini sangat bermanfaat dan berkesan baik bagi Taruna Taruni Akademi Angkatan Laut maupun bagi negara yang dikunjungi”.

KRI Bima Suci di Jepang

Satgas Luar Negeri Diplomasi Duta Bangsa sampai dan berlabuh di Bandara Hansin Sub Naval Base pada hari Jum’at, 23 Agustus 2019 pukul 10.00 waktu setempat.

Hari pertama di Osaka, KRI Bima Suci melaksanakan Courtessy Call dan Open Ship. Tampak masyarakat Jepang antusias dengan kedatangan KRI Bima Suci, karena baru pertama kali KRI Bima Suci membawa Taruna Taruni Akademi Angkatan Laut di Jepang.

“Tidak hanya menarik animo masyarakat Jepang, Latihan Kartika Jala Krida juga menjadi perhatian Wagub Akademi Angkatan Laut Brigjen TNI (Mar) Endi Supardi, S.E. dan Jajaran Pejabat Utama Akademi Angkatan Laut serta Asisten Potensi Maritim (Aspotmar) Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Mayjen TNI Marinir Bambang Suswantono,S.H., M.H., M.Tr. (Han)”.

Konjen RI di Osaka Mr. Mirza menyampaikan, baru kali ini ada pengalaman sangat berharga dikunjungi oleh Taruna AAL, sehingga bisa memperkenalkan warga Jepang mengenai keandalan-keandalan TNI Angkatan Laut, khususnya Taruna Taruni AAL, yang tidak saja mampu dalam bidang akademik tetapi juga bisa menyumbangkan ketrampilan kebudayaan dalam bentuk cocktail party dalam rangkaian acara Kartika Jala Krida 2019.

“Dengan demikian, kunjungan Taruna Taruni memberikan nuansa tersendiri bagi upaya diplomasi Indonesia di Jepang Barat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Akademi Angkatan Laut mengatakan bahwa pelayaran Kartika Jala Krida akan membawa Taruna Taruni Akademi Angkatan Laut untuk merasakan “Join the Navy to See the World,” katanya.

Ditambahkannya, juga terdapat Mutual Ship Tour, yang diisi dengan kunjungan Taruna AAL ke Kapal Perang TV Shimayuki bersama Japan Maritime Self Defence Forces (JMSDF), dimana kapal tersebut memiliki beberapa senjata, seperti Sea Sparrow Launces, Harpoon Launcer, 20mm Phalax CIWS, 324mm Triple Torpedo Tubes, ASROC Launcer, 76 mm 62 caliber single mount radip fire gun, 324 mm triple torpedo tubes, ASROC launcer, dan 76 mm 62 caliber single mount rapid fire gun. Selain itu, dari Angkatan Laut Jepang (Japan Maritime Self Defence Force) juga mengirimkan anggotanya untuk mengunjungi KRI Bima Suci.

KRI Bima Suci di Busan (Korea)

KJK Taruna AAL 2019 yang tergabung dalam Satgas Pelayaran Luar Negeri sebagai Duta Bangsa dengan KRI Bima Suci pada tanggal 30 Agustus 2019 tiba dan sandar di Dermaga Pier 3 Busan, Korsel.

Kedatangan KRI Bimasuci di Korsel disambut oleh Wakil Asisten Operasi Kasal Laksamana Pertama TNI Yusup, S.E., M.M. Acara penyambutan, dilaksanakan dengan penghormatan kepada Waasops Kasal dilanjutkan acara pengalungan bunga secara simbolis Kepada Dansatgas Duta Bangsa Letkol Laut (P) Waluyo, S.H., M. TR. Hanla, Palaklat Satlat KJK 2019 Letkol Laut (P) Afrillian S. M. Tr. Hanla dan Perwakilan Taruna-Taruni Akademi Angkatan Laut Tingkat III Angkatan 66.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Kepala Perwakilan Dubes di Seoul a.n. Ibu Siti Sofia Sudarma, Athan RI Kolonel Pnb Imam Subekti., Paban IV Sopsal Kolonel Laut (P) Priyo Budi Leksono, S.E., M.M., CO ROKS Seong Nam CDR Kim Yong Sik.

Selama 3 hari di Busan Korea, Taruna dan Taruni AAL Angkatan ke-66 melaksanakan, Cocktail Party dan dihadiri oleh Wakil Kepala Perwakilan KBRI di Seoul Ms. Siti Sofia Sudarma, Athan RI Kolonel Pnb. Imam Subekti, Paban VI Sopsal Kol Laut (P) Priyo Budi Leksono, S.E., M.M., Third Secretary Bagian Ekonomi KBRI di Seoul Mr. Jiwfiawan Gana Putra, Komandan KRI Bimasuci Letkol Laut (P) Waluyo S.H., M.Tr (Hanla), Perwira Pelaksana Latihan KJK 2019 Letkol Laut (P) Afrillian S. M.Tr. Hanla. dan personel Staf Latihan Kartika Jala Krida 2019.

Selain itu, kunjungan ke Daewoo Shipbuilding dan Marine Engineering, Co., Ltd. (DSME), Korea Selatan, Display GS Gita Jala Taruna AAL memikat kepada ratusan warga Busan Korea Selatan dan wisatawan di Gwangalli Beach pada hari Minggu 1 September 2019 dan dihadiri Komandan KRI Bimasuci Letkol Laut (P) Waluyo, S.H., M.Tr (Hanla), Perwira Pelaksana Latihan Letkol Laut (P) Afrilian S, M. Tr. Hanla, Wakil Kepala Perwakilan KBRI di Seoul Ms. Siti Sofia Sudarma dan Athan RI Seoul Kol Pnb Imam Subekti.

Setelah berada selama 3 hari di pelabuhan Busan, Korea Selatan, pada akhirnya KRI BIma Suci pada tanggal 2 September 2019 melanjutkan pelayaran ke Shanghai, Tiongkok.

KRI Bima Suci di Tiongkok

KRI Bima Suci-945 yang membawa Taruna Taruni AAL Angkatan ke-66 tiba dan sandar di Jetty 10 Wusong Port, Shanghai, Tiongkok pada hari Sabtu, 7 September 2019.

“Kedatangan KRI Bima Suci di Jetty 10 Wusong Port Shanghai disambut baik oleh Colonel Wei Xiao Dong selaku perwakilan dari People ‘s Liberation Army Navy (PLAN) di Shanghai”.

Kehadiran KRI Bima Suci di Tiongkok juga mendapat kunjungan dari Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Wuspo Lukito, S.E., M.M., Gubernur AAL Laksda TNI Edi Sucipto, S.E., M.M. didampingi istri Ny. Eni Edi Sucipto serta beberapa pejabat kedutaan dan segenap Pejabat Utama AAL dan Mabesal, yakni Atase Pertahanan KBRI Beijing Brigjen TNI Kuat Budiman, Atase Laut KBRI Beijing Kolonel (Mar) Siswo Harsono, Paban I Ren Sopsal Kolonel Laut (P) Riduwan Purnomo, S.T., M.M., Direktur Personel (Dirpers) AAL Kolonel Laut (KH/W) Tresna Kusumawati, S.Pd., M.A.P., Komandan Resimen (Danmen) AAL Kolonel Laut (P) Isswarto, Kepala Operasi dan Pengajaran (Kaopsjar) AAL Kolonel Laut (P) Baharuddin Anwar, S.T., M.M. serta Pabandya Dalwasgar Ban I Ren Sopsal Letkol Laut (S) Dwiarmanto.

Kegiatan kirab dan display GS Gita Jala Taruna yang dimainkan oleh Taruna Taruni AAL Angkatan ke-66 berhasil memukau warga Tiongkok di Bund, Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Dalam pembekalan Wakasal kepada Taruna Taruni Akademi Angkatan Laut mengatakan, bahwasannya dinamika di lapangan yang terjadi sering berubah-rubah, salah satunya dikarenakan faktor cuaca, namun para Taruna harus tetap dan sesegera mungkin untuk dapat menyesuaikan dan mempersiapkan diri dengan penuh semangat dalam setiap melaksanakan kegiatan dalam mendukung misi diplomasi duta bangsa.

Turut hadir pada acara pembekalan Wakasal, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Wuspo Lukito, S.E., M.M., Gubernur AAL Laksda TNI Edi Sucipto, S.E., M.M. didampingi istri Ny. Eni Edi Sucipto serta beberapa pejabat kedutaan dan segenap Pejabat Utama AAL dan Mabesal, yakni Atase Pertahanan KBRI Beijing Brigjen TNI Kuat Budiman, Atase Laut KBRI Beijing Kolonel (Mar) Siswo Harsono, Paban I Ren Sopsal Kolonel Laut (P) Riduwan Purnomo, S.T., M.M., Direktur Personel (Dirpers) AAL Kolonel Laut (KH/W) Tresna Kusumawati, S.Pd., M.A.P., Komandan Resimen (Danmen) AAL Kolonel Laut (P) Isswarto, Kepala Operasi dan Pengajaran (Kaopsjar) AAL Kolonel Laut (P) Baharuddin Anwar, S.T., M.M. serta Pabandya Dalwasgar Ban I Ren Sopsal Letkol Laut (S) Dwiarmanto.

Selain itu, KRI Bima Suci juga menerima kunjungan kehormatan dari Chief Executive Officer of SNB SCAPT YAO Chun Yong.

Setelah berada di Jetty 10 Wusong Port, Shanghai, Tiongkok, Satlat KJK Taruna dan Taruni AAL Angkatan ke-66 dengan KRI Bima Suci-945 melanjutkan pelayaran ke Brunei Darussalam.

Dari Brunei Darussalam, menurut rencana akan juga berlayar dan singgah ke Lumut (Malaysia) – Phuket (Thailand) – Rangon (Myanmar) – Padang – Benoa – Darwin (Australia) – dan kembali lagi ke Surabaya. (ay)

About ahmad yani

Check Also

DPR RI Raih Penghargaan Indonesia Digital Initiative Awards 2019

Jakarta, Koranpelita.com Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) kembali dibanjiri penghargaan. Kali ini datang dari ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *