Home / Ekonomi / Ma’ruf Amin Minta Potensi Maritim Dioptimalkan

Ma’ruf Amin Minta Potensi Maritim Dioptimalkan

Ma’ruf Amin Minta Potensi Maritim Dioptimalkan

Jakarta,koranpelita.com

Wakil Presiden RI terpilih Prof Dr Ma’aruf Amin menekankan pentingnya optimalisasi sektor maritim Indonesia. Menurutnya, visi pembangunan poros maritim Indonesia ke depan lebih menekankan pada arus baru ekonomi Indonesia.

Arus Baru Ekonomi Indonesia, menurutnya bisa memberikan harapan dan mengembalikan semangat untuk membangun maritim dengan memanfaatkan potensi sumberdaya alam kelautan dan perikanan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Maritim memiliki potensi besar baik bidang kelautan, ikan, dan segala macam yang lainnya, pesisirnya, bahkan di laut banyak ditemukan sumber minyak dan potensi besar lainnya. Pariwisata yang selama ini potensi ini belum tergali, terbangun secara optimal. Namun sayangnya, belum tergali dan terbangun secara optimal, ” ujar Kiai Ma’ruf Amin pada Silaturahmi Nasional Komunitas Maritim Indonesia (KOMARI), di Grand Sahid Jaya Hotel, Kamis (18/7).

Kiai Ma’ruf melanjutkan, Indonesia sebagai negara maritim harus membuat pembangunan berkelanjutan di sektor kelautan. Selain itu, katanya pembangunan juga harus diiringi dengan inovasi.

“Supaya maritim ini juga bisa mensejahterakan masyarakat, maritim yang kebetulan masyarakat yang masih lemah. Sekarang ini masih ada kesenjangan, disparitas kaya dan miskin. Itu harus diperpendek,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ma’ruf mengungkapkan, kebijakan di sektor maritim harus memperhatikan kesejahteraan nelayan. Untuk itu, kata Ma’ruf, dirinya akan meninjau ulang kebijakan-kebijakan di sektor maritim yang dirasa masih merugikan nelayan.

“Kita akan lihat kembali. Yang penting jangan menyisakan membuat nelayan itu semakin tidak sejahtera semakin menderita. Karena itu kita akan lakukan penyesuaian kembali supaya tidak ada aturan yang kemudian merugikan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, arus baru ekonomi yang disertai dengan arus budaya dan pendidikan harus bisa mewujudkan Kedaulatan Ekonomi, Kedaulatan Pangan, Kedaulatan UMK Kedaulatan Sumberdaya dan Kedaulatan Industri yang didampingi oeh Pendidikan Modern dan Pluralisme.

“Sebagai salah satu elemen bangsa di bidang maritime, KOMMARI harus bisa memahami apa itu arus baru ekonomi, kemudian berperan dalam mewujudkannya secara Mandiri dengan tidak bergantung pada pihak lain, apalagi pemerintah,” katanya.

Menurutnya, KOMMARI harus menjadi suatu organisasi mandiri yang berwujud sebagai suatu lembaga non pemerintah, tetapi harus bisa menjadi mitra pemerintah.

“Untuk itu KOMMARI harus melakukan kajian di bidang permodelan bisnis yang di sektor kemaritiman bisa dilaksanakan oleh masyarakat bawah yang bersinergi dengan industr, serta mampu melakukan Kemitraan dengan semua pihak sehingga bisa menjadi mediator antara akademisi, bisnis, pemerintah dan media dengan Masyarakat bawah sehingga bisa melaksanakan arus baru ekonomi kerakyatan untuk mewujudkan kesejahteraannya,” terangnya.

Menurut Kiai Ma’aruf Amin, dengan arus baru ekonomi Indonesia yang ingin lebih digiatkan, Indonesia harus mampu menyeimbangkan kekuatan antara konglomerasi dengan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan filosofi “Menguatkan yang lemah tanpa melemahkan yang kuat”.

Untuk itu, tambahnya, hambatan infrastruktur ke daerah pinggiran yang merupakan sentra produksi untuk lima tahun ke depan harus dihilangkan, kendala sumberdaya manusia yang kental dengan akademik mau dirubah ke vocasional , supaya menjadi pelaku arus baru ekonomi dari pinggiran.

“Saya berpesan kepada KOMMARI yang didominasi Generasi Muda harus bisa berkontribusi secara nyata , jangan hanya jadi penonton. Mulailah dari kecil melaksanakan Bisnis model dengan Kolaborasi dengan Pesantren – Pesantren supaya mereka mempunyai pendapatan yang tetap untuk mengasuh para santrinya, begitupun para santrinya harus bisa menjadi Startup Bisnis Kemaritiman yang berkelanjutan dan membangun pondasi ekonomi yang kuat bagi Indonesia,” jelasnya.

Ketua Umum KOMMARI, Henry Sutiyoso, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa KOMMARI disusun dengan sebuah kesepakatan yang berlandaskan pada kekuatan “Arus Baru Ekonomi Indonesia”, untuk secara aktif terlibat dalam berbagai persoalan yang menghimpit pada sektor Kemaritiman.

“Secara filosofis, KOMMARI menyadari perannya untuk berpihak kepada kepentingan masyarakat dan industri, serta sebagai mitra pemerintah untuk memuluskan dalam memaksimalkan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya kemaritiman demi kesejahteraan Indonesia,” ujarnya.

Henry menyampaikan bahwa apa yang dipesankan oleh Wakil Presiden Ma’aruf Amin akan menjadi perhatian utama bagi KOMMARI dalam menjalankan perannya dalam mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. (Vin)

About ervin nur astuti

Check Also

Event Middle East & Beyond Travel Fair 2019 Targerkan 40 Ribu Pengunjung

Event Middle East & Beyond Travel Fair 2019 Targerkan 40 Ribu Pengunjung Jakarta,Koranpelita.com Indonesia dengan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *