Home / Profil / Paman Jafar, Mengais Rejeky di Sungai Mentaya Sampit

Paman Jafar, Mengais Rejeky di Sungai Mentaya Sampit

Sampit,Koranpelita.com.

Sungai Mentaya Sampit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Provinsi Kalteng,merupakan anugerah Tuhan yang banyak memberikan arti kehidupan terhadap masyarakat di sekitarnya.

Betapa tidak, seperti Paman Jafar ( 60) yang bergelut mencari nafkah sebagai pengemudi taksi kelotok penyeberangan dari Kota Sampit ke Kecamatan Seranau dan sebaliknya.

Menurut Paman Jafar , pekerjaan yang telah menjadi kesehariannya ini sudah 25 tahun ia geluti untuk mengais rejeky menafkahi dirinya sekeluarga.

Terkait soal ramai tidaknya penumpang mengunakan jasa penyeberangan kelotok atau kapal kecil ,diungkapkannya, sedikit saja dibandingkan dengan jumlah armada taksi kelotok yang ada. Terlebih dengan beroperasinya sebuah kapal fery penyeberangan disini.

Paman Jafarpun bernostagia dengan kejayaan industri kayu masa lalu di daerah ini.

Dulu banyak industri perkayuan di tepian Sungai Mentaya dari hulu hingga ke hilirnya,sehingga penumpang taksi kelotok banyak dan kehidupan menjadi lebih baik. Sekarang industri perkayuan itu telah lama tutup dan kini ia hanya mengharapkan penumpang jasa penyeberangan dari Kota Sampit ke Seranau atau sebaliknya.

Disadarinya, perubahan adalah sebuah keniscayaan yang tak bisa dielakkan.Siap tidak siap, harus dihadapi dengan rasa syukur , karena masih ada sejumput rejeky yang bisa didapatnya dari jasa taksi penyeberangan kelotok ini.

Lebih dari itu,ia masih diberikan umur yang panjang dan kesehatan sehingga masih bisa menggeluti pekerjaannya untuk mencari nafkah.

Menyangkut keinginan warga yang ingin dibangun jembatan yang meng hubungkan Kota Sampit dengan Kecamatan Seranau ,menurutnya hal itu terserah pemerintah saja.Mudahan jika jembatan itu jadi dibangun ,lokasinya diharapkannya cukup jauh dari tempat penyeberangan di Pasar PPM Sampit ini.Supaya dia dan rekan-rekannya masih bisa mengais rejeky dari jasa penyeberangan taksi kelotok Sampit -Seranau.

Baginya,begitulah hidup.Selalu ada asa yang mekar ditengah perubahan dan ketidakpastian. Entah harapan itu akan menjadi kenyataan yang lebih baik,datar saja atau sebaliknya.

Yang penting baginya, hidup terus berjalan dan kewajiban kita bekerja dan berdoa serta tidak berpangku tangan.Jangan menyerah dengan keadaan!( Ruslan AG).

About dwidjo -

Check Also

Ke Banjarmasin, Melunasi Mimpi yang Tersimpan 30 Tahun  

Matahari belum lagi menampakkan diri. Saya dan beberapa teman juga masih di lobby hotel. Tapi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *