Home / News / NKS Menulis Aktuaria-1: Oleh-oleh dari Bangkok

NKS Menulis Aktuaria-1: Oleh-oleh dari Bangkok

Serius. Malah sangat serius, berasal dari bilik hati saya yang paling nyempil: ada perasaan bersalah jika ditugasi hadir di suatu simposium yang bagus lalu pengalaman itu hanya untuk diri sendiri.

Nah, tulisan ini saya niatkan untuk menebus rasa bersalah itu. Saya tidak sebut berbagi ilmu, karena keterbatasan saya sebagai peserta Asia Pacific Annual Symposium 2019 dalam menyerap ilmu. Catatan kecil ini, sekaligus sebagai ucapan terimakasih kepada Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) yang memberi kesempatan kepada saya untuk mengikuti simposium di Bangkok. Pastinya simposium tentang aktuaria. Terimakasih, rasanya juga pantas dihaturkan kepada READI Project, sang penyandang dana.

Tentu, ini sebuah kejutan. Saya memang sudah amat lama tidak mengikuti kegiatan seperti ini. Tahun lalu ada kegiatan keaktuariaan, namun terkait dengan aktuaria jaminan sosial. Tapi ketemu para pakar di bidang aktuaria untuk asuransi dan dana pensiun secara umum, sudah lama tidak terjadi.

Sejatinya, saya tahu akan ada simposium ini pada 17-18 Juni 2019. Tapi antusiasme menjadi semakin terpacu, satu setengah bulan sebelum hari H. Saat itu, Direktur Eksekutif PAI melalui email menginformasikan bahwa Ketua PAI menawari saya ikut simposium. Hati langsung mak tratap (saya senang memakai istilah Jawa ini karena terasa ekspresif, artinya terkejut sangat). Sebab, simposium yang diselenggarakan oleh Society of Actuaries (SOA) ini, bergengsi. Pasti, merugi jika tidak diikuti.

Telik sandi (pakai istilah ini biar gaya, serius, dan gagah) memberi informasi, Actuary 4.0 menjadi tema besar simposium. Pertimbangan inilah yang saya duga, menjadi alasan bagi Ketua PAI untuk memasukkan nama saya dalam rombongan yang berangkat ke ibukota negara gajah putih itu. Saya sebut sebagai rombongan karena tidak hanya PAI yang berangkat, tetapi perwakilan dari OJK dan Kementerian Keuangan serta para dosen dari beberapa universitas yang memiliki prodi aktuaria.

Baik. SOA adalah organisasi profesional global untuk para aktuaris.  Juga, anggota penuh dari Asosiasi Aktuaria Internasional. Didirikan tahun 1949 di Amerika.

Melalui penelitian dan pendidikan, misi SOA adalah memajukan pengetahuan aktuaria dan meningkatkan kemampuan para aktuaris. Tentulah, kemampuan dalam memberikan saran ahli dan solusi yang relevan untuk tantangan keuangan, bisnis dan sosial.

Visi SOA ialah membangun aktuaris menjadi profesional terkemuka dalam pengukuran risiko dan manajemen risiko.

Walaupun organisasi ini didirikan di Amerika Serikat, SOA terbuka bagi siapa saja yang ingin menjadi anggotanya. Akhir tahun 2018 lalu, anggota SOA di seluruh dunia berjumlah 31.323 orang. Dari jumlah itu, 66% berasal dari Amerika Serikat. Sementara yang 36% tersebar di negara lain seperti Kanada, China, Asia Pasifik, Amerika Latin, dsb.

Mereka yang berminat menjadi anggota SOA, sesunggughnya, cukup banyak. Angkanya mencapai 43.298 orang dengan sebaran yang hampir sama. Posisi Indonesia, seperti juga negara-negara lainnya dibidik menjadi pasar bagi SOA.

Oke, ini cerita selingan. Setiap  kali ingat SOA, setiap kali pula ingat sepotong masa saat saya yang (meskipun sudah bertahun-tahun di Bandung dan Jakarta, tapi tetap ndeso) tinggal di Amerika.

Jadi, di sepotong masa itulah, NKS pernah  ngikuti ujian SOA. Bukan sekadar ikut, karena disambi merampungkan sekolah di Oregon State University(OSU). Jadi bisa dibayangkan seberat apa beban di kepala.

Apa boleh  buat. NKS hanya mampu lulus dua mata ujian, lalu berhenti ikut ujian SOA. Mengapa berhenti? Jawabannya agak memalukan sebenarnya: mata ujiannya tidak mudah, pakai bahasa Inggris (maklum NKS berbahasa ibunya adalah bahasa Nganjir), mahal uang pendaftaran ujiannya, menggunakan dollar lagi.

Mengapa pas sekolah malah mampu dan mau ikut ujian? Nah ini yang menarik. Begini, pertama, saat menjadi mahasiswa OSU, uang pendaftaran ujian SOA bisa diajukan kepada sponsor atau penyandang dana dalam hal ini negara. Siap dari sisi financial.

Kedua, mata ujian SOA sebagian besar sesuai dengan apa yang dipelajari di bangku kuliah. Siap dari sisi materi ujian.

Ketiga, alasan yang memotivasi adalah sang dosen yang kebetulan juga salah satu pengarang buku terkenal di dunia keaktuariaan berjudul Actuarial Mathematics, memberikan penggantian uang pendaftaran setiap kali kita lulus ujian SOA. Siap menerima hadiah. Terimakasih Dr. Don Jones.(bersambung)

About redaksi

Check Also

Renovasi Masjid Istiqlal Ditargetkan Selesai Maret 2020

Jakarta, Koranpelita.com Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menargetkan renovasi Masjid Istiqlal, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *