Home / Profil / Ini Penting, Mengelola Sendiri Sosmed tak Berarti Kurang Kerjaan

Ini Penting, Mengelola Sendiri Sosmed tak Berarti Kurang Kerjaan

Aktif di media sosial ternyata menimbulkan banyak pertanyaan dari netizen ataupun non netizen, terutama saat ketemu di dunia nyata: apakah tulisan-tulisan di Sosmed itu tulisan sendiri atau dikelola orang lain.

Memang, pertanyaan yang wajar-wajar saja, apalagi ada banyak Sosmed yang saya gunakan karena keunggulan masing-masing Sosmed berbeda-beda. Setidaknya, ada tiga sosmed yang secara aktif  saya gunakan yaitu facebook, instagram dan vlog.

Pertanyaan lanjutan, yang juga mengusik adalah apa sih tujuan dari menggunakan Sosmed? Apakah sekadar untuk sok-sokan, untuk menyombongkan diri, atau untuk apa. Tapi pertanyaan yang paling mengetuk dinding hati tentu saja yang ini: dengan aktif di Sosmed apakah artinya memang kurang kerjaan sehingga ada waktu untuk itu. Pertanyaan ini dikaitkan dengan kolega lain dengan posisi jabatan yang sama tetapi tidak pernah update-update status.

Senang sekali mendapat pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Senang, karena ternyata teman-teman melihat, membaca update, dan mengikuti Sosmed yang saya miliki. Tapi yang sudah pasti, kalau kurang kerjaan, bisa dijamin nggak banyak yang bisa dipergunakan untuk update status. Ya nggak sih? Apa yang bisa diupdate coba, apa foto baru bengong dengan caption saya lagi ngganggur nih dengan emoji sedih.

Mengenai mengelola Sosmed, rasanya masih sangat menyenangkan untuk mengelolanya sendiri. Orisinil dan murah. Jika diserahkan kepada pihak lain, perlu rekrut tim yang cocok dengan selera kita. Semua konten juga harus seizin kita, jadi malah kerja dua kali. Dan, yang tidak kalah penting adalah perlu biaya untuk itu.

Selain olahraga, saya punya hobi mengayam kata dan merangkai kalimat. Tak peduli orang lain paham maknanya atau tidak, karena kadang diri sendiri saja tak paham apa maksudnya. Dengan hobi ini, saya senang menghiasi wall facebook dan instagram dengan hal-hal keseharian atau topik-topik yang sedang kekinian.

Saya kurang tahu apakah ini disebut hobi menulis atau sebenarnya hobi update status. Kalau dulu ditanya hobinya apa, saya menjawab olahraga dan menulis. Sekarang mungkin jenis-jenis hobi sudah bertambah, termasuk hobi update status, bahkan bikin atau nyebar hoax.

Tujuan aktif di Sosmed bagi setiap orang bisa jadi berbeda-beda. Buat saya, aktif di Sosmed adalah keinginan sharing hal-hal positif kepada rekan-rekan netizen yang sudah menjadi teman di Sosmed. Atau bahkan bisa menjadi bahan disharing oleh rekan tersebut untuk rekan yang lain.  Media sosial juga saya gunakan untuk melakukan edukasi dan sosialisasi tentang hal yang terkait dengan profesi saya, tugas, dan kewenangan institusi.

Tidak jarang, lewat Sosmed saya menemukan teman lama ataupun teman baru misalnya, dapat teman dari teman. Dari mereka,  saya sering mendapat ide baru, bahkan dengan membaca postingan netizen rekan di Sosmed. Itu, yang menginspirasi saya untuk melakukan hal sama: memposting kegiatan atau sekedar sharing sedikit ilmu yang saya miliki.

Hiburan. Ya, Sosmed sangat menghibur dengan cerita lucu yang ditulis teman atau komentar lucu dari sebuah status. Saat membaca status lucu atau komentar kocak, kita dibuat rileks. Otot yang tadinya tegang bisa mengendor.

Memantau. Berteman di Sosmed (dengan rekan kerja atau mungkin bawahan) sangat efektif untuk mengenal lebih dekat apa kegiatan, kebiasaan, hobi, dan sebagainya. Dari gaya menulis atau sesuatu yang diposting, kita tahu karakteristik dari mereka. Bahkan, seringkali kita tahu jika mereka pergi tanpa seizin kita, sehingga Sosmed baik juga untuk memantau kegiatan rekan kerja dan bawahan kita.

Tapi memang ada pula yang memanfaatkan Sosmed sebagai sarana untuk memamerkan diri, bukan hanya karena memiliki barang baru dan bagus, bukan hanya saat jalan-jalan ke tempat wisata, atau sedang makan di tempat makan yang wah, tetapi untuk menunjukkan bahwa dia memperoleh informasi yang pertama sebelum orang lain mendapatkannya. Hal seperti ini mungkin yang harus kita kurangi porsinya.

Lalu, jika dalam posisi tertentu dengan tingkat kesibukan yang tinggi, bagaimana bisa mengelola Sosmed tanpa bantuan pihak lain? Yang pasti bukan kurang kerjaan yang membuat kita bisa konsisten menggunakan Sosmed untuk share hal-hal positif.

Saya memanfaatkan waktu di perjalanan dari rumah menuju kantor dan sebaliknya dari kantor ke rumah untuk mengayam kata dan merangkai kalimat, disesuaikan dengan kegiatan yang telah kita lakukan kemarin atau bahkan minggu lalu. Kesulitan untuk bisa tidur di perjalanan inilah waktu terbaik untuk menulis. Menulis tidak harus di laptop ataupun di tablet, cukup di handphone.

Jeda waktu saat menungggu pesawat misalnya, juga menjadi saat paling sempurna untuk bisa dimanfaatkan. Ini yang saya lakukan. Juga ketika sudah berada di dalam pesawat untuk sebuah penerbangan.

Ada satu lagi waktu yang menyenangkan untuk menulis. Hari libur.  Jika dahulu, sewaktu anak-anak masih kecil, kita disibukkan dengan menemani mereka main ataupun jalan-jalan, kini saat mereka sudah dewasa kegiatan itu berkurang.  Kalaupun masih ada kesempatan jalan ke mol atau belanja bulanan, sambil mendorong kereta belanja kita bisa merangkai kata dan kalimat. Menulis sesuatu yang sudah lewat seminggu, rasanya tidak terlalu basi untuk kita share kepada para netizen.

Salam dari Depok  

di hari libur, tanggal 11 & 12 Mei 2019

About redaksi

Check Also

Tika Undang Anak Yatim Rayakan Ultah di Ancol

Raden Ajeng  Tumenggung Kartika Oman Putrijaya atau yang akrab dipanggil, Tika, Top Guest Model Aneka ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *