Home / Pendidikan / Plastik Teknologi Nuklir Ramah Lingkungan Belum Bisa Diproduksi Massal

Plastik Teknologi Nuklir Ramah Lingkungan Belum Bisa Diproduksi Massal

Plastik Teknologi Nuklir Ramah Lingkungan Belum Bisa Diproduksi Massal

Jakarta, Koranpelita.com

Teknologi nuklir ternyata dapat dimanfaatkan sebagai solusi tepat untuk mengatasi penggunaan plastik konvensional, termasuk menghindari penggunaan kantong plastik belanja.

Badan Teknologi Nuklir Nasional (Batan), menemukan sebuah teknologi plastik ramah lingkungan. Namun hingga saat ini belum ada yang memproduksi secara massal.

Peneliti Batan, Akhmad Rasyid Syahputra mengatakan pihaknya masih kesulitan menggandeng investor swasta untuk membangun mesin irradiator guna memproduksi plastik tersebut secara massal.

“Salah satu alasan investor karena biaya pembuatan mesin itu sangat mahal. Untuk pembangunan, satu mesin membutuhkan uang sebesar Rp70-90 miliar,” katanya disela-sela workshop Indonesia Science Day 2019, di Gedung PP IPTEK, Jakarta, Jumat (26/04/2019).

Saat ini kata Rasyid, sudah banyak plastik ramah lingkungan dipasaran. Namun, cara pembuatannya berbeda. Adapun yang membedakan, adalah plastik yang ada di pasaran dibuat oleh produsen dengan menambahkan bahan kimia agar mudah terurai oleh tanah. “Lain halnya plastik ramah lingkungan yang kami buat dengan menggunakan teknologi radiasi sinar gamma. Penyinaran dengan radisi tidak akan mengakibatkan bahan yang disinari menjadi radioaktif. Jadi, plastik itu makin aman digunakan,” ujarnya.

Ditambahkan, plastik ramah lingkungan buatan Batan ini memanfaatkan campuran limbah tapioka, monomer vinil, dan zat tambahan yang dirahasiakan. Campuran yang diperkuat dengan sinar radiasi gamma ini akan menghasilkan plastik yang dapat terurai di dalam tanah dalam jangka waktu 2-6 bulan saja.

Kegiatan ISD itu sendiri menurut
Direktur Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan Teknologi (PP-Iptek) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristedikti) Mochammad Syachrial Annas, merupakan salah satu bentuk penerapan fungsi PP-IPTEK  sebagai pusat iptek (“science center“) pertama di Indonesia dalam mendukung tumbuhnya masyarakat yang inovatif dan sumber pembelajaran iptek masyarakat, terutama generasi muda.

PP-Iptek juga bekerja sama dengan berbagai instansi dan perguruan tinggi untuk menyelenggarakan program edukasi sains seperti workshop sains, kompetisi sains, talkshow, pertunjukan iptek dan seni yang juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan ISD 2019.

Indonesia Science Day 2019 diadakan pada 25-28 April 2019 di Gedung PP-Iptek Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. (Vin)

About ervin nur astuti

Check Also

KLHK Kampanye Puasa Bersih Sampah Plastik di Rest Area Cibubur

Jakarta, Koranpelita.com Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali menyelenggarakan kegiatan kendalikan sampah plastic di ...